Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
  • OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Debut Danantara di Davos: Mencari Modal Global, Menjaga Mandat Publik

Debut Danantara di Davos: Mencari Modal Global, Menjaga Mandat Publik

Finance Gusti Tetiro15 Januari 2026 / 18:26 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Keikutsertaan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, menandai babak baru diplomasi investasi Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak dibentuk, lembaga pengelola investasi negara itu diboyong langsung pemerintah ke forum ekonomi paling bergengsi di dunia—sebuah panggung yang kerap menjadi arena pertemuan kepentingan modal, geopolitik, dan masa depan pembangunan global.

WEF 2026 yang berlangsung pada 19–23 Januari mendatang akan mempertemukan sekitar 3.000 peserta dari 130 negara. Di tengah tema besar “A Spirit of Dialogue”, Danantara datang membawa mandat yang tidak ringan: menjembatani agenda pembangunan nasional dengan arus modal global, tanpa kehilangan akuntabilitas publik.

Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief, menyebut partisipasi ini sebagai langkah yang disiapkan secara terstruktur. Sejak pertengahan tahun lalu, Danantara telah berkoordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk memetakan mitra dan agenda strategis.

“Ini kesempatan kami untuk melihat dan mengembangkan mitra-mitra baru di sana. Kami mengeksplorasi potensi long-term partnership dan adanya co-investments,” ujar Al-Arief, Kamis (15/1/2026).

Pendekatan yang dipilih Danantara bukan sekadar mencari dana segar, melainkan membangun kemitraan jangka panjang. Fokus investasinya diarahkan pada sektor prioritas nasional: transisi energi, ketahanan pangan, serta pengembangan industri bernilai tambah melalui hilirisasi. Di atas kertas, sektor-sektor ini kerap disebut sebagai tulang punggung pertumbuhan berkelanjutan Indonesia. Tantangannya, memastikan bahwa investasi yang masuk benar-benar menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan tidak berhenti pada jargon keberlanjutan.

Al-Arief menegaskan Danantara ingin diposisikan sebagai platform investasi strategis negara yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pernyataan ini menjadi penting, mengingat pengalaman sejumlah sovereign wealth fund di berbagai negara yang kerap disorot publik karena tata kelola dan risiko konflik kepentingan.

Baca Juga  Friderica Widyasari Dewi Resmi Jadi Ketua OJK Periode 2026–2031

Dari sisi eksternal, ekspektasi terhadap Danantara juga tinggi. Mantan Menteri Perdagangan sekaligus Kepala BKPM, Gita Wirjawan, menilai kehadiran Danantara di Davos berpotensi menjadi magnet bagi investor global. Menurutnya, status Danantara sebagai pengelola alokasi modal besar memberi daya tawar yang kuat dalam dialog langsung dengan pemilik modal internasional.

“Posisi Danantara sebagai pengelola investasi akan menarik perhatian para pelaku bisnis dan investor global. Forum WEF ini menjadi ruang untuk membangun jejaring ekonomi global,” kata Gita.

Ia bahkan menyamakan langkah strategis ini dengan keberhasilan Singapura melalui GIC dan Temasek, yang selama puluhan tahun mampu memanfaatkan pengelolaan modal negara untuk menarik kemitraan global, khususnya di sektor teknologi dan inovasi. Namun, perbandingan ini sekaligus mengandung tantangan: keberhasilan GIC dan Temasek dibangun melalui konsistensi kebijakan, disiplin tata kelola, dan kejelasan misi jangka panjang—faktor yang masih akan diuji pada Danantara.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan membuka peluang politik sekaligus ekonomi. Di Davos, pesan Indonesia bukan hanya soal besarnya potensi pasar atau sumber daya alam, melainkan narasi tentang bagaimana negara berkembang mengelola modal besar untuk pertumbuhan yang inklusif. Bagi Danantara, momentum ini bisa menjadi pintu masuk penting—atau sekadar etalase—tergantung pada sejauh mana komitmen investasi yang terbangun benar-benar diwujudkan setelah forum usai.

Pada akhirnya, debut Danantara di WEF 2026 bukan hanya soal tampil di panggung global. Yang lebih menentukan adalah apa yang dibawa pulang: kemitraan konkret, skema co-investment yang adil, serta pembelajaran tata kelola global. Publik akan menunggu, apakah dialog di Davos mampu diterjemahkan menjadi investasi yang berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat luas.

Danantara Gita Wirjawan Prabowo Subianto WEF
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: 82 Perguruan Tinggi Turun Tangan Pulihkan Aceh, Sumut, dan Sumbar
Next Article Video: Prabowo Terbitkan 156 Prodi Dokter Spesialis, Tambah 3.150 Mahasiswa Baru

Berita Lainnya

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

Presiden Beri Waktu Satu Bulan untuk BGN Benahi Tata Kelola MBG

16 Juli 2026 / 22:51 WIB

Presiden Paksa Semua Kementerian Dukung BGN Sukseskan MBG

16 Juli 2026 / 22:48 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

DPR: Lembaga Keuangan di PFII Tak Diawasi OJK, Pengawasan Beralih ke Dewan Pertimbangan

16 Juli 2026 / 10:07 WIB
Form Komentar Cancel Reply

KPK Telusuri LHKPN Palsu Febrie Adriansyah, Dukung Penyidikan Kejagung

Ahmad Nuryaman15 Juli 2026 / 11:11 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?

18 Juli 2026 / 19:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.