Serang (tutur.co.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki keyakinan penuh atas komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap penindakan korupsi yang terus dilakukan oleh lembaganya.
Hal itu diungkap oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto saat disinggung soal arahan Prabowo dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI, memberikan instruksi untuk membenahi Bea Cukai bersamaan dengan kasus suap yang kini tengah bergulir.
“Prinsipnya kita semuanya yakin sepakat bahwa komitmen Bapak Presiden terhadap pemberantasan korupsi sangat tinggi, sangat luar biasa,” kata Setyo kepada wartawan di Serang, Kamis 21 Mei 2026
Saat disinggung pidato Prabowo, Budi menyangkal bahwa dalam momentum tersebut ditujukan bukan untuk lembaga yang dipimpinnya melainkan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Saya kira itu ranah yang berbeda ya. Itu kan ditujukan kepada Menteri Keuangan,” tambahnya.
Adapun sebelumnya dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 di Rapat Paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 20 Mei 2026. Presiden menyinggung Menkeu Purbaya soal kasus suap yang terjadi di lingkungan Bea Cukai.
Prabowo meminta Menkeu untuk melakukan perombakan terhadap jajaran pimpinan jika dirasa tidak mampu mengemban amanah yang sudah diberikan.
“Bea cukai kita harus diperbaiki Menteri Keuangan, kalau pimpinan bea cukai tidak mampu segera diganti,” kata Prabowo.

