Jakarta (tutur.co.id) – Pihak panitia Global Sumud Flotilla (GSF) mengabarkan bahwa seluruh anggotanya akan segera dibebaskan oleh pemerintah Israel. Rencananya pembebasan para aktivis ini akan dilakukan Kamis sore ini, 21 Mei 2026 melalui Bandara Umm Al Rashrash.
Informasi ini diterima melalui grup Whatsapp keluarga kapal BoreLize yang rencananya para aktivis kemanusiaan itu akan diterbangkan menggunakan tiga penerbangan carter Turkish Airlines yang dijadwalkan lepas landas antara pukul 14.50 hingga 15.10 waktu Palestina.
Kabar pembebasan para aktivis ini juga dibenarkan redaksi republika. Namun pihak Republika belum bisa memastikan apakah 9 WNI termasuk dua jurnalis mereka akan masuk dalam rombongan yang dibebaskan sore ini.
“Update terkini nya memang mayoritas seluruh relawan akan diterbangkan ke Istanbul Turki, sudah dibelikan tiket, sudah disiapkan tiga pesawat, Dubes Turki untuk Indonesia juga sudah terima informasi serupa. Namun, apakah 9 WNI masuk ke dalam rombongan besar itu, ini yang masih gelap,” kata Stevy Maradona kepada redaksi tutur.
Namun Stevy tentu sangat berharap dari 400-an orangĀ yang akan dibebaskan sore ini 9 WNI termasuk 4 jurnalis akan ikut dalam rombongan. “Mudah-mudahan ikut semua. Informasi dari Global Sumud Flotilla seperti itu,” lanjut Stevy.
Sebagai tambahan, pienerbangan tersebut bukan merupakan rute reguler, dan pemerintah Turki menyewa penerbangan khusus untuk pemindahan anggota GSF.
Laporan juga menyebutkan bahwa bandara tersebut dibangun di atas tanah desa Palestina yang penduduknya terusir pada peristiwa Nakba 1948. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Turki atau otoritas Israel mengenai hal ini.
Sebelumnya, telah beredar beberapa video yang menggambarkan perlakuan tidak manusiawi yang diterima para aktivis GSF di penjara Israel. Tampak para tahanan dipaksa sujud dengan tangan terikat. Hal ini langsung mendapat kecaman dari dunia.

