Jakarta (tutur.co.id) — MNC Sekuritas memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (21/5/2026). IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 6.148 hingga 6.179 dengan area penguatan terdekat di kisaran 6.401-6.514.
Dalam riset hariannya, MNC Sekuritas menyebutkan pergerakan IHSG saat ini masih didominasi tekanan jual dan diperkirakan berada pada bagian wave [v] dari wave A dari wave (2) dalam skenario teknikal label hitam.
“Cermati area koreksi pada rentang 6.148-6.179 dengan area penguatan terdekat di 6.401-6.514,” tulis MNC Sekuritas.
Berdasarkan analisis tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dicermati investor, yakni:
Adaro Andalan Indonesia (AADI) dengan rekomendasi buy on weakness dan target harga Rp8.500-Rp9.125
Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) dengan rekomendasi trading buy dan target harga Rp1.555-Rp1.635
Hartadinata Abadi (HRTA) dengan rekomendasi buy on weakness dan target harga Rp2.240-Rp2.370
Merdeka Battery Materials (MBMA) dengan rekomendasi buy on weakness dan target harga Rp478-Rp520
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup anjlok 52,18 poin atau 0,82 persen ke level 6.318. Investor asing masih membukukan net buy sebesar Rp249,17 miliar di seluruh pasar.
Pembelian bersih terbesar tercatat pada saham:
VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) sebesar Rp262,35 miliar
Bumi Resources (BUMI) sebesar Rp223,43 miliar
Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp217,73 miliar
Tekanan terhadap IHSG terjadi seiring pelemahan hampir seluruh sektor saham. Sektor material dasar menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 4,67 persen, diikuti transportasi 4,22 persen, energi 2,65 persen, consumer primer 2,06 persen, dan teknologi 1,38 persen.
Sebaliknya, sektor keuangan dan infrastruktur masih mampu mencatatkan penguatan.
Pelemahan indeks juga dipicu anjloknya sejumlah saham big cap milik konglomerat Prajogo Pangestu. Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) turun 14,74 persen, Barito Renewables Energy (BREN) melemah 7,62 persen, Barito Pacific (BRPT) turun 10,18 persen, serta Dian Swastatika Sentosa (DSSA) terkoreksi 5,33 persen.
Selain itu, saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) turun 9,23 persen dan Amman Mineral Internasional (AMMN) melemah 6,31 persen.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Saham LCKM melonjak 29,33 persen menjadi Rp194, APIC naik 24,81 persen menjadi Rp1.610, INTD menguat 24,35 persen menjadi Rp286, MORA naik 19,75 persen menjadi Rp7.125, dan ZONE menguat 18,82 persen menjadi Rp404.

