Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Prabowo telah memutuskan untuk melakukan penghematan anggaran melalui dipangkasnya biaya Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 yang semula menghabiskan dana Rp335 triliun menjadi Rp268 Triliun.
Artinya terdapat penghematan 23% dari alokasi anggaran sebelumnya yang bakal dialokasikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada sektor swasta. Hal itu diungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memaparkan kondisi APBNKITA di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa 19 Mei 2026.
“Tapi nanti bukan Rp335 triliun, nanti ada penghematan-penghematan tertentu sesuai dengan instruksi Pak Presiden, sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efektif dan efisien,” kata Purbaya.
Nantinya anggaran tersebut akan diserap oleh 27.952 SPPG dan digunakan untuk kepentingan program Presiden menjamin anak-anak Indonesia sebanyak 61,96 juta mendapatkan gizi yang layak.
Lanjutnya Menkeu menjelaskan bahwa penghematan ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Presiden melakukan evaluasi tata kelola anggaran program MBG. Mengingat kerap kali anggaran jumbo yang digelontorkan Presiden untuk program ini banyak disorot dan dikritik publik.
“Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi. Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang,” jelasnya.
Adapun dalam paparan Menkeu menjelaskan bahwa per 30 April 2026, anggaran MBG telah terserap Rp75 triliun untuk menjamin pemenuhan gizi anak-anak sebanyak 61,96 juta penerima dan 27.952 SPPG atau dapur MBG yang tersebar di seluruh Indonesia.

