Jakarta (tutur.co.id) – Peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh setiap tanggal 17 Mei, menjadi momentum untuk mengingat betapa pentingnya budaya membaca dan meningkatkan literasi sebagai bagian dari menumbuhkan kemampuan berpikir kritis.
Dee Lestari seorang penulis yang telah melahirkan karya-karya populer seperti Supernova, Filosofi Kopi, hingga Perahu Kertas itu menegaskan bahwa membaca buku panjang atau long reading tetap relevan di tengah kemajuan teknologi dan kehadiran kecerdasan buatan.
“Berpikir kritis hanya bisa dibangun lewat bacaan panjang. Tidak ada cara lain,” ujar Dee Lestari saat ditemui di Breezy Cafe Jakarta Escape, Bekasi, Jumat 15 Mei 2026.
Wanita yang memulai karier sebagai penyanyi sebelum terjun ke dunia kepenulisan itu mengamati tren positif industri penerbitan belakangan ini. Penjualan buku meningkat dan toko buku kini jadi tempat yang diminati, termasuk oleh generasi muda.
Di sisi lain, perempuan yang juga dikenal dengan nama Dee ini menyoroti realitas kebiasaan baca pendek di media sosial atau menikmati konten-konten berdurasi singkat.
“Baca caption atau headline saja itu kontraproduktif dengan literasi kritis. Namanya juga hiburan, bukan pendidikan,” tegasnya.
Menurut Dee yang telah malang melintang di dua dunia seni dan sastra itu, menilai Artificial Intelligence (AI) sifatnya hanya asistensi atau alat bantu, bukan pengganti kemampuan membaca kritis yang harus diasah dengan bacaan panjang.
Wanita dengan karyanya yang telah banyak diadaptasi ke layar lebar itu juga mengingatkan pentingnya membedakan antara “bisa membaca” dengan literasi kritis.
“Deep reading, long reading itu perlu upaya berkesadaran, baik dari pengguna medsos maupun support system seperti keluarga dan sekolah,” ucapnya.
Untuk generasi muda, penulis yang konsisten menghasilkan karya fiksi ilmiah sejak debutnya di tahun 2001 itu berpesan agar mulai membangun disiplin dan kebiasaan membatasi penggunaan gawai demi memperbanyak waktu membaca buku fisik.
Dee yang saat ini tengah mengerjakan buku non-fiksi pertamanya juga mendorong agar orang tua dan sekolah turut berperan membangun kebiasaan long reading sejak dini di tengah gempuran konten singkat.
Tak lupa dalam momentum peringatan Hari Buku Nasional, ia mengajak kepada seluruh pembaca agar bisa menghargai para penulis, yakni dengan cara membeli buku asli dan menghindari pembelian karya bajakan.
“Membaca dengan pikiran terbuka, membaca panjang, dan jangan beli buku bajakan karena mencederai ekosistem perbukuan serta profesi penulis,” pungkas penulis yang namanya melekat erat dengan trilogi Supernova itu.

