Jakarta (tutur.co.id)- PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP) untuk menjajaki kerja sama pengembangan energi terbarukan di Bangladesh, meliputi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (solar PV) serta peluang kerja sama operasi dan pemeliharaan (operation & maintenance/O&M). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, bersama Chairman CUSP, Ziaur Rahman, di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu (13/5).
Kerja sama ini menjadi langkah awal kedua perusahaan dalam mengeksplorasi peluang investasi dan pengembangan proyek energi bersih di Bangladesh, sejalan dengan upaya percepatan transisi energi dan penguatan kolaborasi regional di sektor energi berkelanjutan. Dalam kerja sama tersebut, kedua pihak akan melakukan studi kelayakan yang mencakup aspek teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum, hingga risiko proyek, termasuk menjajaki kolaborasi strategis, teknis, dan komersial serta pertukaran pengetahuan dan teknologi energi terbarukan.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, mengatakan kolaborasi ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam memperluas pengembangan energi hijau di pasar global. “Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting sekaligus langkah strategis untuk memperkuat pengembangan bisnis energi terbarukan Indonesia dan mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh,” ujar John Anis.
Ia menambahkan, pengembangan kerja sama di Bangladesh berpotensi memperkuat portofolio internasional Pertamina NRE yang saat ini telah menunjukkan kinerja positif di Filipina. “Pertamina NRE saat ini telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh,” tambahnya.
Sementara itu, Chairman CUSP, Ziaur Rahman, menilai kemitraan dengan Pertamina NRE akan membuka peluang sinergi yang lebih luas dalam pengembangan energi surya di Bangladesh. “Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Bangladesh,” ujar Ziaur Rahman.
Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri RI, Roy Wahab, yang hadir sebagai saksi penandatanganan, turut mengapresiasi inisiatif kedua perusahaan dalam memperkuat kerja sama ekonomi dan energi antara Indonesia dan Bangladesh. Melalui kerja sama ini, Pertamina NRE dan CUSP berharap dapat mendukung percepatan transisi energi global dan target Net Zero Emission Indonesia 2060, sekaligus mendorong pengembangan energi bersih, investasi hijau, dan pertukaran teknologi yang memperkuat ketahanan energi serta mendukung masa depan energi berkelanjutan.

