Jakarta (tutur.co.id) – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menyebut RUU Ketenagakerjaan ditargetkan akan rampung sebelum Oktober. Pembahasan ini merupakan tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meminta UU Ketenagakerjaan terpisah dari UU Cipta Kerja.
Menurut Nihayatul, DPR saat ini sedang membahas aspirasi dari para pekerja (buruh) yang dapat dimasukkan dalam aturan tersebut. Hingga saat ini memang belum ada kesepakatan poin-poin mana yang diubah dan dipertahankan.
“Aspirasi dari teman-teman pekerja ini menjadi undang-undang baru tapi kalau di MK kan ada beberapa poin yang dimandatkan. Kalau teman-teman pekerja ya ini semuanya diunah. Nah ini yang masih harus kami dalami sebelum diputuskan,” kata Nihayatul di kantor DPP PKB, Jumat 15 Mei 2026.
DPR rencananya akan membahas dan memanggil sejumlah pihak terkait untuk pembahasan mendalam RUU Ketenagakerjaan ini. Namun yang pasti belum ada target pembahasan akan selesai pada masa sidang kali ini.
“Kami juga akan memanggil perwakilan dari Apindo, karena Apindo ini kan kami mau spesifik di beberapa bidang. Setiap bidang pengusaha ini pasti punya aspirasi yang berbeda juga, dan kami juga akan memanggil perwakilan dari asosiasi pekerja. Agustus nanti ditargetkan sudah mulai ada pembahasan,” terang Nihayatul.
Sebagai informasi, MK memandang pemerintah dan DPR perlu membuat Undang-Undang Ketenagakerjaan baru. UU baru itu diminta terpisah dari UU Cipta Kerja yang telah dibentuk pada 2023.
Hal itu disampaikan MK dalam sidang pembacaan putusan perkara Nomor 168/PUU-XXI/2023 tentang uji materi Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis (31/10/2024). Salah satu penggugat dalam perkara ini ialah Partai Buruh.
“Menurut Mahkamah, pembentuk undang-undang segera membentuk undang-undang ketenagakerjaan yang baru dan memisahkan atau mengeluarkan dari yang diatur dalam UU 6/2023,” bunyi putusan MK.
Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk segera menyelesaikan RUU tersebut. Ia mendesak UU ini akan dituntaskan tahun ini.

