Beijing (tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah tiba di Beijing hari ini Rabu 13 Mei 2026. Yang menarik, dedatangan Trump di Bandara Beijing Capital ‘hanya’ disambut wakil presiden China, Han Zheng.
Rencananya, Trump memang akan melakukan pembicaraan serius dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping mulai dari soal Perang Iran, perdagangan AS-Tiongkok hingga penjualan senjata AS ke Taiwan.
Terkait Perang Iran, Tiongkok sebelumnya mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi menjelang kunjungan resmi Presiden AS Donald Trump ke Beijing. Tujuannya untuk untuk membantu mencapai kesepakatan jangka panjang terkait perang AS-Israel dengan Iran.
Namun rupanya kesepakatan antara AS dan Iran tak kunjung terwujud sehingga pertemuan dua pemimpin negara adidaya itu tentu akan lebih fokus pada masalah Iran. Sedangkan perbincangan perdagangan tampaknya hanya sebagai penyedap saja. Hal itu juga dibenarkan Trump sebelum bertolak ke Beijing.
Kunjungan Trump ke Beijing ini memang terjadi di tengah ketegangan yang terus berlanjut di Selat Hormuz. Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS bahkan menawarkan hadiah hingga $15 juta untuk informasi tentang pengiriman minyak IRGC ke luar Iran.
Diberitakan sebelumnya, dalam proses negosiasi yang dimediasi Pakistan, Teheran menilai AS punya tuntutan yang berlebihan. Bahkan Iran menilai AS terlalu banyak mengeluarkan ancaman dibanding harus memperkuat keseriusan dalam negosiasi.
Dalam tuntutannya, AS meminta Iran mematuhi lima syarat Utama yang Trump ajukan. Hal yang membuat Iran sulit menerima dan justru mengaku siap jika memang harus lanjut perang.

