Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
  • Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Global 2026 Jadi 2,6%

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Global 2026 Jadi 2,6%

Market Gusti Tetiro15 Januari 2026 / 07:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co,id) — Bank Dunia resmi merevisi naik prakiraan pertumbuhan ekonomi global pada 2026, mencerminkan ketahanan perekonomian dunia di tengah eskalasi ketegangan perdagangan internasional yang dinilai bersejarah.

Dalam laporan terbarunya yang dikutip Bloomberg, Rabu (14/1/2026), Bank Dunia memproyeksikan produk domestik bruto (PDB) riil global tumbuh 2,6% pada 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 2,3% yang dirilis pada Juni lalu.

Bank Dunia menilai ekonomi global terbukti relatif tahan banting (shock-proof), meskipun dihadapkan pada risiko proteksionisme perdagangan, konflik geopolitik, serta pengetatan kebijakan ekonomi di sejumlah negara besar.

Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu motor utama pertumbuhan dunia. Bank Dunia merevisi naik pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2,2% untuk tahun ini, dari estimasi sebelumnya sebesar 1,6%. Revisi tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih solid serta belanja di sektor strategis, termasuk intelijen.

Sepanjang 2025, Bank Dunia mencatat terjadinya lonjakan perdagangan global yang tidak terduga. Kondisi ini dipicu oleh aksi korporasi dan rumah tangga yang mempercepat pembelian barang sebelum penerapan kebijakan tarif oleh Presiden AS Donald Trump. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi global pada 2025 diperkirakan mencapai 2,7%.

“Pertumbuhan global mulai berada dalam rentang yang stabil. Ada ketahanan yang luar biasa, meskipun pertumbuhan ini belum menunjukkan akselerasi yang tajam,” ujar Wakil Kepala Ekonom Bank Dunia Ayhan Kose.

Dalam laporannya, Bank Dunia juga menyampaikan sejumlah pembaruan proyeksi ekonomi utama. Pertumbuhan ekonomi China direvisi naik menjadi 4,9% pada 2025 dan diperkirakan melambat ke 4,4% pada 2026. Inflasi global pada 2026 diproyeksikan turun ke level 2,6%, seiring normalisasi kebijakan moneter dan penurunan harga energi.

Harga minyak mentah Brent diperkirakan turun ke kisaran US$60 per barel pada 2026, melemah dari rata-rata US$69 per barel pada 2025. Penurunan harga energi tersebut dinilai akan membantu meredakan tekanan inflasi global.

Baca Juga  Bank Dunia: Kelas Menengah Indonesia Tergerus, Upah Riil Turun dan Pekerjaan Berkualitas Menyusut

Meski demikian, Bank Dunia mengingatkan bahwa risiko penurunan (downside risks) masih membayangi prospek ekonomi global. Ketegangan perdagangan berpotensi kembali meningkat, terutama jika tarif yang lebih tinggi mendorong pengalihan ekspor ke negara ketiga dan memicu tuntutan perlindungan industri domestik di negara tujuan.

Selain itu, tantangan ketenagakerjaan menjadi isu struktural yang semakin mendesak. Bank Dunia mencatat sekitar 1,2 miliar penduduk muda di negara berkembang akan memasuki usia kerja dalam satu dekade mendatang, sehingga membutuhkan penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Revisi naik proyeksi pertumbuhan ini mencerminkan pergeseran cara pandang terhadap daya tahan ekonomi global pascapandemi Covid-19. Sejak 2023, perekonomian dunia terus menghadapi berbagai guncangan, mulai dari krisis energi, inflasi tinggi yang memicu kenaikan suku bunga, hingga konflik geopolitik yang mengganggu rantai logistik global.

Namun, konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan pasar tenaga kerja yang relatif stabil di negara maju menjadi penopang utama pertumbuhan. Di sisi lain, sektor swasta dinilai semakin adaptif terhadap kebijakan proteksionisme dengan melakukan diversifikasi rantai pasok dan percepatan digitalisasi untuk menekan biaya.

Ke depan, Bank Dunia menilai ketergantungan pada pertumbuhan ekonomi China serta stabilitas harga komoditas energi akan menjadi faktor krusial dalam menentukan keberlanjutan ketahanan ekonomi global hingga akhir dekade ini.

Bank Dunia Pertumbuhan Ekonomi Global World Bank
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIndonesia Bangun Ekosistem Semikonduktor, Gandeng ARM Inggris
Next Article Ini Lokasi Pelayanan SIM 15 Januari 2026 di Jakarta

Berita Lainnya

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB

IHSG Diproyeksikan Tetap Bullish, BRI Danareksa Rekomendasikan AADI, KIJA, dan BUKA

16 Juli 2026 / 07:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Tutur PoV: Jangan Sedikit-sedikit Menteri Keuangan Disalahkan

Toto Pribadi10 Juni 2026 / 19:20 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.