Jakarta (Tutur.co.id) – Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho meminta maaf kepada The Jakmania setelah timnya dipastikan gagal meraih gelar juara Super League 2025/2026. Pernyataan itu disampaikan Ridho melalui akun Instagram pribadinya, dua hari setelah Persija kalah 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda.
Kekalahan dari Persib membuat peluang Persija untuk menjadi juara tertutup meski kompetisi masih menyisakan dua pertandingan lagi. Persija kini dipastikan finis di posisi ketiga klasemen akhir musim ini.
“Musim ini masih menyisakan dua laga sisa, tetapi posisi Persija sudah bisa dipastikan berada di posisi tiga. Posisi di akhir klasemen yang jelas bukan target dan hasil yang kami harapkan,” kata Ridho.
Ridho mengakui hasil musim ini belum memenuhi ekspektasi klub maupun suporter. Ia secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung Persija yang terus memberikan dukungan sepanjang musim.
“Saya meminta maaf atas hasil ini, terutama kepada pendukung setia kami, The Jakmania,” ujarnya.
Menurut Ridho, perjalanan Persija musim ini berlangsung tidak mudah dan penuh dinamika. Meski gagal bersaing hingga akhir dalam perebutan gelar, ia menilai tim tetap mendapatkan pelajaran penting dari berbagai situasi yang terjadi selama kompetisi berlangsung.
“Musim yang tidak mudah, naik turun dalam sepak bola memang merupakan sesuatu yang wajar. Namun, yang terpenting kami harus mengambil pelajaran dari setiap kesalahan yang dibuat,” kata Ridho.
Pemain berusia 24 tahun itu juga menegaskan Persija akan tetap berusaha tampil maksimal pada dua pertandingan tersisa melawan Persik Kediri dan Semen Padang. Ia menyebut evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah musim berakhir.
Selain menyinggung kegagalan tim, Ridho turut menanggapi insiden panas yang terjadi setelah laga melawan Persib. Dalam pertandingan bertensi tinggi tersebut sempat terjadi keributan kecil antarpemain yang menjadi perhatian publik.
“Pekan ke-32 kemarin merupakan pertandingan kunci yang menentukan. Tensi panas kerap terjadi dalam pertandingan seperti itu, termasuk adanya insiden kecil selepas pertandingan,” ujar Ridho.
Meski demikian, Ridho memastikan hubungan antarpemain tetap berjalan baik setelah pertandingan berakhir. Ia menegaskan rivalitas hanya terjadi di dalam lapangan.
“Yang terpenting dari semua ini, rivalitas hanya terjadi di atas lapangan. Selesai semua itu, kami para pemain telah menjalin komunikasi dengan baik,” katanya.
Kegagalan musim ini membuat Persija kembali harus menunda ambisi meraih gelar liga sejak terakhir kali menjadi juara pada musim 2018. Manajemen klub sebelumnya juga telah menyampaikan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim musim ini.

