Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Profil Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, Diasingkan hingga Dipenjara

Profil Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, Diasingkan hingga Dipenjara

Internasional Muthia Hanifah11 Mei 2026 / 17:05 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Potret mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, yang kembali menjadi sorotan dalam dinamika politik Thailand. (Foto: Tutur/ Wikipedia)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Jakarta (tutur.co.id) – Sosok Thaksin Shinawatra masih menjadi tokoh paling berpengaruh dalam politik Thailand meski telah digulingkan melalui kudeta militer pada 2006 silam. Mantan Perdana Menteri Thailand ini baru saja bebas bersyarat setelah dibui karena kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya.
Mantan polisi yang kemudian sukses membangun bisnis telekomunikasi itu dikenal lewat kebijakan populis yang dekat dengan masyarakat kecil. Lahir di Chiang Mai pada 26 Juli 1949, Thaksin mendirikan Thai Rak Thai Party pada 1998 yang membawanya memenangkan pemilu Thailand 2001.
Kebijakan Populis yang Membuatnya Dicintai Rakyat
Saat menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand pada 2001–2006, Thaksin dikenal lewat kebijakan populisnya seperti layanan kesehatan murah dan bantuan ekonomi desa. Kebijakan “Thaksinomics” juga dinilai membantu Thailand bangkit dari krisis finansial Asia pada akhir 1990-an.
Popularitas Thaksin meningkat setelah pemerintahannya dinilai cepat menangani tsunami Samudra Hindia 2004. Ia juga mendapat dukungan kuat dari masyarakat pedesaan dan kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Kontroversi dan Kudeta Militer 2006
Di balik popularitasnya, Thaksin diterpa berbagai kontroversi, mulai dari tuduhan korupsi hingga operasi perang narkoba 2003 yang menewaskan lebih dari 2.500 orang. Penjualan saham Shin Corp kepada investor Singapura juga memicu kemarahan publik.
Krisis politik memuncak pada September 2006 ketika militer melakukan kudeta saat Thaksin berada di luar negeri. Sejak itu ia hidup dalam pengasingan selama bertahun-tahun, sebagian besar di Dubai.
Tetap Berpengaruh Meski Tinggal di Pengasingan
Meski hidup dalam pengasingan selama bertahun-tahun, sebagian besar di Dubai, pengaruh politik Thaksin tidak pernah benar-benar hilang. Partai-partai yang terhubung dengannya tetap beberapa kali memenangkan pemilu Thailand. Adiknya, Yingluck Shinawatra, bahkan sempat menjadi perdana menteri perempuan pertama Thailand pada 2011.
“Meski saya kehilangan kebebasan fisik, saya tetap memiliki kebebasan berpikir demi kepentingan negara dan rakyat saya,” kata Thaksin dalam pernyataan media sosialnya usai kembali dipenjara pada 2025, dikutip dari BBC News⁠.
Kembali ke Thailand dan Masalah Hukum yang Belum Berakhir
Kembalinya Thaksin ke Thailand pada Agustus 2023 langsung menjadi sorotan publik internasional. Ia kembali ditahan setelah ia ditahan usai 15 tahun hidup dalam pengasingan.
Hukuman delapan tahun penjara atas kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan kemudian dipangkas menjadi satu tahun setelah mendapat pengampunan dari Raja Thailand, Vajiralongkorn.
Namun pada September 2025, Mahkamah Agung Thailand kembali memerintahkan Thaksin menjalani hukuman penuh sekaligus menjatuhkan tuntutan pajak sebesar 17,6 miliar baht terhadap dirinya.
Dinasti Shinawatra Masih Bertahan
Di tengah berbagai persoalan hukum yang dihadapi, keluarga Shinawatra tetap menjadi kekuatan besar dalam politik Thailand.
Putri bungsunya, Paetongtarn Shinawatra, bahkan sempat menjabat sebagai perdana menteri Thailand pada 2024 sebelum akhirnya diberhentikan sementara oleh Mahkamah Konstitusi pada 2025.
Bagi pendukungnya, Thaksin adalah simbol perubahan politik Thailand. Namun bagi lawannya, ia tetap menjadi sosok kontroversial yang bayang-bayang pengaruhnya belum benar-benar hilang hingga hari ini.
Baca Juga  30 WNI Tertahan di Abu Dhabi Akhirnya Dipulangkan
perdana menteri profil profil thaksin shinawatra Thailand Thaksin Shinawatra
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleProgram Menarik PGN, Botol Plastik Ditukar Kupon Pengisian BBG
Next Article Nissan Pangkas 900 Pekerjaan di Eropa, Chery Siap Masuk!

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB

Telah Keluar Perintah Iran untuk Houthi Yaman, Blokade Laut Merah!

16 Juli 2026 / 22:01 WIB

Tensi Kawasan Teluk Kembali Memanas, Dubes Yaman Sowan Anis Matta

15 Juli 2026 / 19:55 WIB

IRGC Masuk Daftar Teroris, Tentara Islam Iran Kecam Parlemen Inggris

15 Juli 2026 / 19:32 WIB

Tulisan Tangan Duka Cita Presiden Prabowo atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa

15 Juli 2026 / 16:44 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kisah Heroik Mendiang Andie Peci Dibacok: Terima 29 Jahitan dan Kasusnya Menguap!

Toto Pribadi10 Juli 2026 / 15:48 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.