Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Cadangan Devisa Turun ke US$146,2 Miliar, Tekanan Rupiah Jadi Sorotan

Cadangan Devisa Turun ke US$146,2 Miliar, Tekanan Rupiah Jadi Sorotan

Makro Gusti Tetiro11 Mei 2026 / 05:18 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi - Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Cadangan devisa Indonesia kembali menyusut pada April 2026 di tengah meningkatnya tekanan eksternal dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa turun menjadi US$146,2 miliar dari sebelumnya US$148,2 miliar pada Maret 2026.

Ekonom Syafruddin Karimi menilai penurunan tersebut masih dalam batas terkendali, namun mulai mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap stabilitas eksternal nasional.

Menurutnya, faktor yang paling perlu diwaspadai bukan sekadar pembayaran utang luar negeri pemerintah yang bersifat rutin, melainkan kebutuhan intervensi berulang untuk menjaga stabilitas rupiah.

“Pembayaran utang pemerintah masih bisa direncanakan dalam kalender fiskal dan manajemen kas negara. Sementara intervensi rupiah jauh lebih sensitif karena bergantung pada tekanan pasar yang bergerak cepat,” ujar Syafruddin, Minggu (10/5/2026).

Ia menjelaskan, pelemahan rupiah yang berlanjut akan memaksa BI memasok dolar AS ke pasar guna meredam volatilitas. Kondisi tersebut berpotensi menggerus cadangan devisa apabila dilakukan secara terus-menerus.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Jumat (8/5/2026), nilai tukar rupiah berada di level Rp17.375 per dolar AS. Menurut Syafruddin, posisi tersebut menunjukkan pasar belum sepenuhnya yakin tekanan terhadap rupiah akan segera mereda.

“Jika intervensi makin sering, pasar bisa mulai mempertanyakan seberapa besar cadangan devisa yang siap digunakan untuk menjaga rupiah,” katanya.

Ia menilai intervensi BI tetap efektif untuk meredam volatilitas dan mencegah depresiasi berlebihan (overshooting). Langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas pasar saham, obligasi, inflasi impor, hingga ekspektasi publik.

Namun demikian, efektivitas intervensi dinilai terbatas apabila tekanan berasal dari faktor struktural global, seperti penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak, arus modal keluar, maupun kekhawatiran terhadap kondisi fiskal domestik.

Baca Juga  Alasan Netanyahu Pede Serangan Israel Tewaskan Khamenei, Dihujani 30 Bom

Karena itu, Syafruddin menekankan BI tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas rupiah dan cadangan devisa.

“Intervensi perlu dibarengi disiplin fiskal, pengelolaan penerbitan SBN, penguatan devisa hasil ekspor, serta komunikasi kebijakan yang konsisten,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan penurunan cadangan devisa dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa, penerbitan global bond pemerintah, pembayaran utang luar negeri, serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Meski menurun, BI menilai posisi cadangan devisa masih memadai untuk menjaga ketahanan sektor eksternal dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Posisi cadangan devisa akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Ke depan, BI memandang ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga seiring masih adanya aliran masuk modal asing dan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional.

“Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Ramdan.

bank indonesia Cadangan devisa Indonesia headline intervensi rupiah rupiah melemah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMojtaba Khamenei Umumkan Langkah Baru Iran Hadapi AS dan Israel
Next Article IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Pilihan dari MNC Sekuritas

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Bergerak Sideways, Pilih Tiga Saham Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas

Gusti Tetiro05 Mei 2026 / 06:58 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.