Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Dibayangi Geopolitik Timur Tengah, Waspadai Koreksi ke Area 6.876

IHSG Dibayangi Geopolitik Timur Tengah, Waspadai Koreksi ke Area 6.876

Market Gusti Tetiro11 Mei 2026 / 02:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Foto:Tutur/ANTARA Asprilla Dwi Adha/tom)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak volatil pada perdagangan Senin (11/5/2026) setelah anjlok 2,86% ke level 6.969,40 pada akhir pekan lalu. Tekanan pasar dipicu meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz yang kembali memicu kekhawatiran investor global terhadap distribusi minyak dunia, inflasi, hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menilai kondisi pasar saat ini masih dibayangi risiko koreksi lanjutan, terutama setelah IHSG gagal bertahan di level psikologis 7.000. Menurut dia, tekanan eksternal dan derasnya aksi jual investor asing membuat sentimen pasar domestik cenderung negatif dalam jangka pendek.

“Secara teknikal, IHSG kini berada dalam fase rawan koreksi lanjutan setelah gagal mempertahankan area psikologis 7.000. Pergerakan indeks dalam jangka pendek cenderung akan menguji support penting di area 6.917. Jika level tersebut breakdown, maka IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support berikutnya di area 6.876,” ujar Hendra dalam risetnya, Minggu (10/5/2026).

Meski demikian, dia menilai peluang technical rebound masih terbuka selama level support tersebut mampu dipertahankan.

“Namun selama support tersebut masih mampu dipertahankan, peluang technical rebound tetap terbuka terutama apabila tensi geopolitik mulai mereda dan harga minyak kembali stabil,” katanya.

Hendra menjelaskan pasar saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan konflik di Selat Hormuz karena jalur tersebut merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia. Bertahannya harga minyak Brent di atas US$100 per barel memunculkan kekhawatiran terhadap tekanan fiskal Indonesia, terutama risiko membengkaknya subsidi energi dan pelebaran defisit APBN.

Menurut dia, kondisi fiskal Indonesia sebenarnya memiliki kerentanan struktural meski realisasi APBN kuartal I-2026 terlihat cukup kuat. Pemerintah disebut telah menggunakan sekitar 34,8% target defisit tahunan hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini akibat lonjakan belanja konsumsi seperti THR dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga  IHSG Menguat ke 6.206 di Tengah Aksi Jual Asing, Saham Perbankan Topang Rebound Pasar

Di sisi lain, pelemahan rupiah ke area Rp17.382 per dolar AS turut memperburuk sentimen pasar. Hendra mengatakan tekanan terhadap rupiah mencerminkan tingginya capital outflow dari emerging market di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

“Jika The Fed kembali hawkish atau konflik Timur Tengah semakin memburuk, rupiah berpotensi bergerak menuju Rp18.000 per dolar AS. Pelemahan rupiah tentu akan meningkatkan biaya impor bahan baku industri, menaikkan beban utang berbasis dolar, dan berisiko menekan daya beli masyarakat melalui imported inflation,” ujarnya.

Selain faktor global, IHSG juga tertekan oleh aksi jual di saham-saham komoditas setelah pasar merespons negatif rencana revisi tarif royalti atau windfall profit sektor mineral dan batu bara. Investor khawatir kebijakan tersebut dapat memangkas margin keuntungan emiten tambang di tengah volatilitas harga komoditas.

Tekanan paling besar terjadi pada saham-saham nikel dan mineral seperti PT Vale Indonesia Tbk, PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Merdeka Battery Materials Tbk, hingga PT Amman Mineral Internasional Tbk yang mengalami koreksi tajam karena pasar mulai menghitung potensi penurunan profitabilitas apabila skema windfall tax resmi diberlakukan.

Sementara itu, sektor basic industry juga ikut tertekan akibat kenaikan biaya energi dan pelemahan rupiah. Saham-saham seperti PT Barito Pacific Tbk, PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Semen Indonesia Tbk, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk turut terkoreksi karena pasar mulai mengantisipasi kenaikan biaya produksi dan perlambatan permintaan domestik.

Di tengah tingginya volatilitas pasar, investor mulai melakukan rotasi ke saham-saham defensif dan emiten yang memiliki katalis domestik lebih kuat. Hendra merekomendasikan trading buy pada saham PT Mitra Adiperkasa Tbk dengan target jangka pendek di area 1.605 setelah masuknya Pacific Universal Investments sebagai pemegang saham pengendali baru.

Baca Juga  Rekor Harga Emas US$ 5.589 per Ons, Standar Lama Runtuh

Selain itu, saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk juga dinilai menarik dicermati dengan target 720 seiring potensi pemulihan konsumsi domestik. Dari sektor kesehatan, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk menjadi salah satu saham defensif yang layak diperhatikan dengan target harga di level 370.

headline IHSG Rupiah saham tambang selat hormuz
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMauricio Souza: Permainan Kami Sebenarnya Lebih Baik daripada Persib
Next Article Jorge Martin Menang di Le Mans, Aprilia Kuasai Podium MotoGP Prancis

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Saham GoTo Dibeli Danantara: Cerminan Kepercayaan Terhadap Kinerja dan Fundamental Usaha

Toto Pribadi06 Mei 2026 / 11:31 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.