Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (7/5/2026), ditopang sentimen positif dari meredanya tensi geopolitik Timur Tengah, penguatan Wall Street, hingga solidnya pertumbuhan ekonomi domestik. Sejumlah sekuritas pun merekomendasikan saham unggulan, mulai dari AMRT hingga sektor energi dan perbankan.
PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak menguat pada rentang 7.115-7.185 dalam perdagangan Kamis (7/5/2026). Optimisme pasar didorong oleh rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang solid serta ekspektasi positif terhadap cadangan devisa domestik.
“IHSG diproyeksi bergerak menguat di rentang 7.115-7.185, didukung rilis PDB kuartal pertama yang solid, serta investor menanti rilis cadangan devisa domestik,” tulis Korea Investment dalam risetnya.
Selain itu, nilai tukar rupiah diperkirakan melanjutkan penguatan menuju kisaran Rp17.350-Rp17.300 per dolar AS. Penguatan rupiah ditopang meredanya tekanan eksternal dan inflasi domestik April 2026 yang tetap terkendali di level 2,42%.
Dari pasar global, sentimen risk-on mulai kembali mendominasi setelah muncul optimisme kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan meredanya konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia terkoreksi tajam dan mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Wall Street pun ditutup menguat signifikan. Dow Jones melonjak 1,24%, S&P500 naik 1,46%, sedangkan Nasdaq melesat lebih dari 2%, dipimpin penguatan saham-saham teknologi dan chip global.
Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 sebesar 5,61% yang melampaui ekspektasi pasar menjadi fondasi utama penguatan sentimen investor. Rupiah yang kembali bergerak di bawah Rp17.400 per dolar AS juga dinilai memberi stabilitas tambahan bagi pasar modal.
Korea Investment merekomendasikan saham AMRT untuk posisi buy dengan target harga 1.540-1.585. Sementara saham BNBR direkomendasikan sell dengan area resistance di level 226-240.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai IHSG tengah memasuki fase bullish consolidation setelah indikator RSI menunjukkan kondisi oversold dan indeks berhasil rebound dari wave B.
“Bullish consolidation mulai terbentuk, namun investor tetap perlu disiplin terhadap manajemen risiko di tengah volatilitas global,” ujar Nafan.
Menurut Mirae Asset, sektor big banks, energi, dan consumer defensive masih menjadi pilihan utama di tengah dinamika pasar global. Investor juga disarankan tetap menjaga likuiditas dan melakukan akumulasi bertahap di area support kuat.

