Banjarmasin, Kalimantan Selatan (tutur.co.id) – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut, masyarakat diaspora NTT adalah duta ekonomi dan bisnis bagi NTT, serta narrator kebudayaan bagi provinsi NTT. Warga diaspora mesti turut mengambil bagian dalam derap pembangunan daerah dengan berbagai cara.
“Dalam masa kepemimpinan saya dan wakil gubernur Johni Asadoma, kami melihat posisi strategis warga diaspora sebagai badan kami yang lain di luar NTT. Kita harus saling tahu dan kenal satu sama lain. Kita mesti saling dukung dan baku bantu,” jelas Gubernur Melki dalam sambutannya pada perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Masyarakat Flobamora se-Kalimantan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026)
Tampak hadir pada Natal dan Tahun Baru Bersama Masyarakat Flobamora se-Kalimantan itu sejumlah tokoh diapora NTT dari beberapa provinsi di Kalimantan seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Sementara itu, sejumlah kepala dinas (Kadis) dan kepala badan (Kaban) pemprov NTT juga hadir: ada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo, Kadis Sosial Kanisius Mau, dan Kaban Penghubung NTT Florida Taty Satyawati. Ketiganya tiba di Banjarmasin dalam rangka peresmian sekolah rakyat di Banjarbaru, Kalsel, oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Melki, pemerintah provinsi (pemprov) NTT memberikan perhatian serius bagi warga NTT, termasuk warga diaspora. Pemprov NTT, melalui Badan Penghubung di Jakarta, siap membantu warga diaspora dalam hal pembuatan KTP, baik di NTT maupun proses mutasi pemindahan warga ke daerah lain.
“Jika masalah KTP sudah bisa kita bereskan, hal-hal lain bisa kita kerjakan dengan baik,” tutur Melki.
Melki menyatakan, sebagia duta-duta ekonomi dan bisnis NTT di daerah lain, warga diaspora perlu mengetahui sejumlah hal yang sedang dilakukan di NTT seperti One Village One Product (OVOP) dengan segala variannya dan Pembangunan NTT Mart di semua kabupaten sebagai etalase penjualan produk-produk khas NTT.
Warga diaspora, khususnya di Kalimantan dengan kemampuan ekonomi yang baik, demikian Melki, bisa mengambil bagian yang signifikan bagi pembangunan kampung halaman. Warga diaspora bisa melakukan sesuatu mulai dari kampung halaman masing-masing.
“Bagi yang memiliki modal dan jaringan bisnis, mari kita menciptakan pasar antara NTT dan Kalimantan. Dari data kami, pasokan daging sapi ke Kalimantan Selatan kebanyakan datang dari NTT dan NTB. Mari kita mencari peluang-peluang lain,” ungkap Melki.
Melki menjelaskan, pemprpov NTT terbuka pada semua peluang investasi. Tokoh-tokoh NTT di Kalimantan cukup banyak yang dikenal karena kinerja bagusnya di sejumlah lembaga. Hal ini menjadi modal.
“Mari kita bersama-sama membangun narasi yang baik bagi NTT. Jaga nama baik NTT di mana saja kita berada, sehingga pada gilirannya orang mau berteman lama dengan kita untuk melakukan sejumlah hal baik bagi NTT,” tutup Melki.
Melki berharap, setiap warga diaspora NTT harus menjadi narator kebudayaan bagi kayanya dan beragamnya budaya dan seni Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor). Kebudayaan bisa menjadi jalan diplomasi untuk relasi-relasi yang lebih luas pada level nasional dan internasional.
Tagar Beta NTT
Belum lama ini, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) Florida Taty Satyawati mengundang sejumlah ketua ikatan keluarga besar (IKB) dan organisasi berbasis daerah asal NTT berkumpul di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Sabtu (22/11/2025) malam. Ada empat (4) hal mendasar yang ditekankan Florida.
“Kita semua mesti berbangga terlahir sebagai anak NTT. Sebagai masyarakat diaspora, pertama-tama kita mesti menjadi duta budaya NTT di tempat kita masing-masing. Orang NTT terkenal ramah. Di tanah orang, kita harus menjadi tamu dan teman yang baik, khususnya di Jabodetabek ini,” jelas Tati, sapaan manis Florida Taty Satyawati.
Taty mengungkapkan, peran kedua yang bisa dimainkan oleh diaspora adalah aktif membangun kerja sama dengan Pemprov NTT, khususnya dalam akselerasi implementasi program satu kampung satu produk (One Village One Product/OVOP). Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov NTT melalui Badan Penghubung akan membangun sejumlah hal di Jakarta seperti pusat kuliner, Dapur NTT, NTT Mart, dan kantor cabang Bank NTT di Jakarta.
Ketiga, lanjut Taty, kelompok-kelompok diaspora perlu memperhatikan kampung halaman masing-masing hingga ke level desa. Diaspora harus merasa terpanggil untuk mendukung pendidikan, pertanian, pariwisata dan sejumlah sekitor di kampung halaman masing-masing.
Keempat, tandas Taty, Pemprov NTT melalui Badan Penghubung bersama-sama perwakilan Diaspora meluncurkan tagar #BetaNTT untuk menyatukan hati dan komitmen kita. membangun NTT. Membangun NTT membutuhkan tanggung jawab kolektif semua pihak, terutama anak-anak Flobamora sendiri, yang tersebar di sejumlah tempat.

