Jakarta (tutur.co.id)- Di tengah rutinitas yang padat, istilah self-care sering terdengar seperti sesuatu yang “wah”—harus spa, staycation, atau liburan mahal. Padahal, menjaga kesehatan mental nggak selalu butuh biaya besar atau waktu luang panjang.
Faktanya, self-care justru paling efektif ketika dilakukan secara sederhana, konsisten, dan sesuai dengan kondisi kita sehari-hari.
Menurut studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, aktivitas self-care sederhana seperti relaksasi, aktivitas fisik ringan, dan mindfulness terbukti membantu menurunkan stres serta meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Lalu, seperti apa self-care yang realistis dan tetap berdampak?
Berikut delapan cara yang bisa Anda lakukan—tanpa harus nunggu “punya waktu” dulu.
Tarik napas, pause sebentar
Kadang yang kita butuhkan bukan solusi, tapi jeda. Coba ambil waktu 1–2 menit untuk menarik napas dalam, tahan, lalu hembuskan perlahan. Teknik sederhana ini bisa membantu menenangkan sistem saraf dan meredakan kecemasan.
Jalan kaki singkat, tanpa distraksi
Nggak harus olahraga berat. Jalan kaki 10–15 menit tanpa scroll HP bisa bantu “reset” pikiran. Penelitian dalam Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa berjalan santai, terutama di lingkungan terbuka, dapat meningkatkan mood dan menurunkan stres.
Tulis isi pikiranmu (journaling)
Kalau kepala terasa penuh, coba keluarkan lewat tulisan. Nggak perlu rapi atau estetik—cukup jujur. Journaling membantu memproses emosi dan membuat pikiran terasa lebih lega.
Batasi paparan media sosial
Terlalu banyak konsumsi media sosial bisa bikin kita tanpa sadar membandingkan diri dengan orang lain. Sesekali, coba “detox” sebentar. Bahkan hanya dengan mengurangi waktu screen time 30–60 menit sehari, efeknya sudah terasa.
Lakukan hal kecil yang Anda suka
Minum teh hangat, dengar musik, atau sekadar duduk tanpa doing anything—itu juga self-care. Hal kecil yang menyenangkan bisa memberi sinyal ke otak bahwa kita aman dan baik-baik saja.
Belajar bilang “tidak”
Tak semua hal harus Anda iyakan. Menetapkan batasan adalah bentuk self-care yang sering diabaikan. Anda berhak menjaga energi dan kapasitas diri.
Tidur yang cukup, bukan sekadar rebahan
Rebahan belum tentu istirahat. Kualitas tidur yang baik berperan besar dalam kesehatan mental. Kurang tidur berkaitan erat dengan peningkatan stres dan gangguan emosi.
Ingat: kamu nggak harus selalu kuat
Self-care juga berarti memberi ruang untuk merasa lelah, sedih, atau overwhelmed. Tidak apa-apa kalau hari ini Anda tidak produktif. Tak apa-apa kalau Anda butuh istirahat.
Self-care bukan soal gaya hidup mahal, tapi soal perhatian kecil yang konsisten pada diri sendiri. Di bulan Mental Health Awareness ini, mungkin yang perlu kita ingat bukan “apa lagi yang harus dilakukan”, tapi: kapan terakhir kali kita benar-benar memberi waktu untuk diri sendiri?

