Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyatakan bahwa opsi serangan militer terhadap Iran tetap terbuka jika negara tersebut dianggap melakukan tindakan yang mengancam. Pernyataan itu disampaikan kepada awak media sebelum keberangkatannya ke Doral pada Sabtu (2/4/2026). Trump juga menyinggung kemampuan rudal Iran yang disebut masih tersisa sekitar 15 persen, seraya menegaskan keinginannya untuk melumpuhkan kapasitas tersebut guna mencegah penguatan kembali di masa depan.
Trump juga membantah anggapan bahwa AS akan lebih diuntungkan tanpa kesepakatan dengan Iran. Menurutnya, pendekatan yang diambil bertujuan memastikan stabilitas jangka panjang agar konflik tidak kembali terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Terkait blokade laut yang sedang berlangsung, ia menyebut operasi tersebut berjalan lancar tanpa adanya tantangan berarti dari pihak lain.
