Tel Aviv (tutur.co.id) – Israel kembali memperkuat militernya dengan membeli dua skuadron baru pesawat tempur F-35 dan F-15IA buatan Amerika Serikat. Langkah ini dianggap sebagai sinyal jika Israel cukup serius untuk menantang Iran.
Pembelian dua skuadron pesawat tempur ini disampaikan langsung oleh Kementerian Pertahanan Israel pada Minggu 3 Mei 2026. Kementerian Pertahanan Israel mengatakan Komite Pengadaan Alutsista Israel telah menyetujui rencana untuk mengakuisisi empat pesawat F-35 dan dua pesawat F-15IA.
Kesepakatan untuk pembelian armada Udara tersebut yang bernilai puluhan miliar shekel (mata uang Israel) tentu akan menjadi tambahan tenaga berarti bagi Angkatan Udara Israel untuk menegaskan hegomoni mereka di Kawasan.
Pembelian pesawat tempur ini tentu semakin membuat situasi di Timur Tengah makin memanas. Pasalnya, Israel saat ini masih terus gencar menekan Jalur Gaza dan Lebanon selain terus mendukung Amerika Serikat yang masih terus membidik Iran.
Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel, serta negara-negara regional lain yang menampung aset AS, dan gangguan di Selat Hormuz.
Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti oleh pembicaraan di Islamabad pada 11-12 April, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai.
Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata atas permintaan Pakistan, tanpa menetapkan jangka waktu baru.

