Tabanan (tutur.co.id) – Basarnas Bali membawa saksi mata ke lokasi pencarian, namun upaya menemukan Made Dibya (84), pria lanjut usia yang hilang di Gunung Batukaru, tetap nihil.
Saksi bernama Negah Susana Yasa (61) merupakan orang terakhir yang melihat Made Dibya sebelum dinyatakan hilang. Keterlibatannya diharapkan bisa memberi petunjuk akurat bagi Tim tentang titik hilangnya korban.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, menjelaskan bahwa saksi dilibatkan sejak awal operasi untuk menunjukkan jalur yang dilalui korban.
Negah memberikan keterangan untuk memudahkan Tim menyusuri medan yang semasa kejadian dilewati. Namun, kondisi medan Gunung Batukaru yang sudah berubah akibat hujan membuat sulitnya mengenali titik pasti korban terakhir terlihat.
Meski saksi telah berusaha maksimal menunjukkan arah dan lokasi, tim SAR gabungan tetap tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Tim yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan warga terus menyisir hutan perbukitan selama tujuh hari.
Hujan deras dan kabut tebal yang terus mengguyur kawasan Gunung Batukaru semakin mempersulit pencarian. Jalur licin dan jarak pandang terbatas membuat tim serta saksi harus ekstra hati-hati.
Setelah tujuh hari tanpa hasil, Basarnas resmi menghentikan operasi sesuai regulasi yang berlaku.
“Sesuai dengan regulasi Undang-Undang Nomor. 29 Tahun 2014 Tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” kata Juni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Basarnas Bali mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan terutama Negah Susana Yasa yang telah berani kembali ke lokasi untuk membantu. Meski operasi dihentikan, pemantauan akan terus dilakukan bersama para pemandu pendakian di Gunung Batukaru.

