Tabanan (tutur.co.id) – Tim SAR Bali menghentikan pencarian kakek 84 tahun bernama Made Dibya yang hilang di Gunung Batukaru, Tabanan, setelah tujuh hari operasi tanpa hasil.
Tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan warga telah menyisir hutan serta area perbukitan namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Penghentian ini mengacu pada regulasi Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, menyatakan bahwa sejak hari pertama pencarian, tim sudah bekerja maksimal. Saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61), juga dilibatkan guna menunjukkan jalur yang diduga menjadi titik hilangnya korban.
“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” kata Wayan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Kondisi alam Gunung Batukaru menjadi kendala utama, juga curah hujan tinggi disertai kabut tebal membuat jalur pendakian licin dan jarak pandang terbatas.
Ditambah medan ekstrem yang memperlambat proses penyisiran dan meningkatkan risiko bagi tim SAR di lapangan.
Meski operasi dihentikan, Basarnas Bali menyatakan pencarian dapat dilanjutkan jika ditemukan tanda-tanda atau bukti baru di lokasi kejadian.
Tim SAR Bali mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan atas dedikasi mereka. Pencarian akan dilanjutkan dengan pemantauan dan koordinasi bersama pemandu pendakian di Gunung Batukaru.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya

