Jakarta (Tutur.co.id) – Di tengah riuh peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional, satu isu yang lama bergulir kembali mengemuka yakni terkait kebutuhan tempat penitipan anak bagi buruh.
Presiden Prabowo Subianto merespons langsung usulan tersebut. Di hadapan para pekerja, ia menyatakan pemerintah akan memperjuangkan penyediaan daycare dalam waktu sesingkat mungkin.
“Tadi disampaikan bahwa buruh perlu tempat penitipan anak, daycare, ini saran yang baik. Ini akan kita perjuangkan, ini akan kita laksanakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” kata Prabowo di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026) .
Pernyataan itu muncul sebagai jawaban atas aspirasi serikat buruh yang menyoroti kesejahteraan pekerja tidak hanya dari sisi upah, tetapi juga dukungan terhadap kehidupan keluarga.
Selain daycare, Presiden juga menanggapi isu perumahan yang terjangkau. Ia menyebut pemerintah telah memulai program pembangunan hingga satu juta rumah bagi masyarakat, dengan pendekatan yang disesuaikan kebutuhan buruh.
“Rumah-rumah ini akan sesuai dengan saran saudara akan dibuat di kluster-kluster yang dekat dengan kawasan industri. Dekat dengan tempat bekerja,” ujarnya.
Lebih jauh, Prabowo memaparkan rencana pembangunan kota-kota baru yang dirancang sebagai kawasan terpadu. Setiap wilayah, kata dia, diproyeksikan memiliki sekitar 100 ribu unit rumah susun, dilengkapi fasilitas dasar seperti sekolah, rumah sakit, sarana olahraga, hingga tempat penitipan anak.
“Yang paling penting harus ada transportasi entah kereta api ringan, bus, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik,” katanya.
Usulan daycare sendiri sebelumnya disampaikan Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Ilhamsyah. Ia menggambarkan dilema yang dihadapi banyak keluarga pekerja: antara menitipkan anak kepada kerabat atau salah satu orang tua berhenti bekerja.
“Kami berharap negara hadir untuk membuat daycare di tempat-tempat kawasan industri, di permukiman buruh, agar anak-anak buruh bisa hidup layak, agar anak-anak buruh bisa tumbuh kembang dengan baik,” ujarnya.
Menurut Ilhamsyah, kehadiran fasilitas penitipan anak bukan sekadar layanan tambahan, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini, melalui jaminan pengasuhan dan kesehatan yang layak bagi anak-anak pekerja.

