Washington (tutur.co.id) – Dunia Otomotif kini tengah mengalami perubahan besar-besaran, Mobil Listrik yang semula dianggap sebagai kendaraan mahal milik kelas atas, kini mulai bergeser bukan barang mahal lagi. Tapi di balik pertumbuhan cepat itu, muncul tantangan baru yang tidak bisa diabaikan.
Berdasarkan data International Energy Agency, penjualan mobil listrik global tembus lebih dari 17 juta unit di 2024. Berarti angka ini setara dengan lebih dari 20% total penjualan mobil dunia. Artinya, satu dari lima mobil yang dibeli saat ini menggunakan energi listrik.
Tren ini bahkan diprediksi melesat makin kencang di 2025. Tercatat penjualan global diperkirakan bisa melewati 20 juta unit, dengan pertumbuhan yang masih kuat di berbagai kawasan. Negara berkembang juga mennyumbangkan angka lonjakan ini.
China masih jadi pemain paling dominan dalam pasar. Lebih dari 11 juta mobil listrik terjual di China saja dalam kurun waktu satu tahun, bahkan lebih banyak dari total penjualan global beberapa tahun terakhir. Dominasi ini juga diperkuat oleh produksi yang mencapai lebih dari 70% pasar global.
Meski begitu, pertumbuhan ini tidak merata di semua wilayah. Laporan terbaru menunjukkan bahwa pasar seperti Amerika Utara justru mulai melambat akibat perubahan kebijakan. Sementara itu, Eropa dan Asia justru jadi penyumbang utama angka pertumbuhan.
Di sisi lain, tantangan besar mulai muncul dari sisi infrastruktur. Jumlah stasiun pengisian daya memang meningkat, tapi belum mampu mengejar pertumbuhan kendaraan listrik. Bahkan, kapasitas charging global masih perlu ditingkatkan untuk mendukung target jangka panjang.
Selain itu, isu harga dan rantai pasok juga masih jadi perhatian. Meski harga baterai mulai turun, distribusinya belum merata di semua negara. Hal ini bikin adopsi mobil listrik masih timpang antara negara maju dan berkembang.
Secara keseluruhan, mobil listrik jelas bukan lagi sekadar tren sementara. Dunia sedang masuk ke fase transisi besar menuju kendaraan ramah lingkungan. Tapi seperti banyak perubahan besar lainnya, pertumbuhan cepat ini juga datang dengan tantangan yang harus segera diselesaikan.

