Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sport»Akhir Sebuah Tradisi: Indonesia Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas 2026

Akhir Sebuah Tradisi: Indonesia Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas 2026

Sport Deba Salamah30 April 2026 / 00:03 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Jonatan Christie saat melawan wakil Prancis Christo Popov pada partai pembuka laga terakhir Grup D Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026). (ANTARA/HO-PBSI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Horsens (Tutur.co.id) – Langkah tim putra Indonesia terhenti lebih cepat dari yang pernah dibayangkan di Piala Thomas 2026. Di Forum Horsens, Denmark, Rabu (29/4/2026), Indonesia takluk 1-4 dari Prancis dalam laga penentuan Grup D. Hasil ini bukan sekadar kekalahan, tetapi juga menandai berakhirnya sebuah tradisi panjang. Untuk pertama kalinya sejak debut pada 1958, Indonesia gagal melangkah ke fase gugur.

Padahal, awal turnamen memberi harapan. Indonesia membuka perjalanan dengan kemenangan telak 5-0 atas Aljazair, lalu bertarung sengit menundukkan Thailand 3-2. Namun, kekalahan di laga terakhir mengubah segalanya.

Dalam klasemen akhir Grup D, Indonesia harus puas di posisi ketiga. Thailand keluar sebagai juara grup, diikuti Prancis sebagai runner-up. Ketiganya sama-sama mengoleksi poin kemenangan, tetapi selisih kemenangan menjadi pembeda yang menentukan nasib.

Hasil pertandingan lain turut mempersempit ruang Indonesia. Thailand sebelumnya mengalahkan Prancis 4-1 dan menyapu bersih Aljazair 5-0, membuat posisi mereka tak tergoyahkan di puncak klasemen. Laga melawan Prancis sendiri berlangsung di luar kendali Indonesia sejak awal.

Jonatan Christie membuka pertandingan, tetapi harus mengakui keunggulan Christo Popov 19-21, 14-21. Harapan bangkit di partai kedua juga kandas setelah Alwi Farhan kalah 16-21, 19-21 dari Alex Lanier.

Anthony Sinisuka Ginting sempat memberi perlawanan sengit di partai ketiga, bahkan memaksa rubber game. Namun, ia akhirnya menyerah 22-20, 15-21, 20-22 dari Toma Junior Popov.

Situasi kian sulit ketika pasangan ganda pertama, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, gagal menyumbang poin usai kalah 19-21, 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi. Kekalahan itu memastikan Indonesia tak lagi memiliki peluang.

Satu-satunya kemenangan datang di partai penutup. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menundukkan pasangan Popov bersaudara dengan skor 21-18, 19-21, 21-11. Namun, kemenangan tersebut hanya menjadi penutup tanpa dampak pada hasil akhir.

Baca Juga  Pertamina Tingkatkan Peran Indonesia dalam Motorsport Global Lewat Mandalika

Selama puluhan tahun, Indonesia dikenal sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia, dengan koleksi 14 gelar juara Piala Thomas. Bahkan, pencapaian terburuk sebelumnya hanyalah berhenti di perempat final pada 2012. Kini, catatan itu berubah.

Bulu Tangkis Forum Horsens headline Piala Thomas 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBNI Himpun USD700 Juta dari AT1, Permintaan Investor Oversubscribe 3,6 Kali
Next Article Arteta Bidik Kemenangan di Madrid: Saatnya Arsenal Membuat Sejarah

Berita Lainnya

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Barcelona Butuh Keajaiban di Metropolitano, Flick: Kami Bisa Melakukannya

Deba Salamah14 April 2026 / 23:07 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.