Madrid (Tutur.co.id) – Menjelang laga melawan Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions, pelatih Arsenal,Mikel Arteta memastikan timnya hanya memiliki satu tujuan yakni menang. Bagi Arteta, target itu bukan sekadar optimisme, melainkan sikap dasar yang harus dibawa sejak awal.
“Kami mempersiapkan diri untuk menang. Itu tidak perlu dipertanyakan lagi,” ujar Arteta, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (29/4/2026).
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan, pendekatan Arsenal tidak akan berubah, terlepas dari besarnya panggung semifinal. Ia menuntut anak asuhnya tampil dengan intensitas dan kualitas yang sama seperti ketika menghadapi lawan-lawan sebelumnya.
Namun Arteta juga tidak menutup mata terhadap kekuatan lawan. Atletico Madrid, dengan pengalaman panjang di kompetisi Eropa, disebutnya sebagai ujian yang sesungguhnya.
“Mereka adalah tim dengan segudang pengalaman di kompetisi ini. Mereka layak berada di semifinal karena sudah melakukan hal-hal luar biasa. Laga itu akan sulit, tetapi saya pikir kami sudah menunjukkan apa yang bisa kami lakukan di Eropa,” katanya.
Di balik pernyataan itu, tersimpan ambisi yang lebih besar. Arteta ingin membawa Arsenal meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Sebuah pencapaian yang selama ini selalu berada di ambang, tetapi tak pernah benar-benar tergapai.
Musim lalu, langkah Arsenal terhenti di semifinal setelah kalah dalam dua leg dari Paris Saint-Germain. Kini, menurut Arteta, timnya berada di jalur yang tepat untuk melangkah lebih jauh.
“Saatnya membuat pernyataan dan menunjukkan betapa bagusnya kami, seberapa ingin kami juara, dan mewujudkannya. Kesempatan sudah ada di depan mata dan kami harus mengambilnya,” ujarnya.
Meski demikian, kedua tim datang ke laga ini dengan performa yang belum sepenuhnya meyakinkan. Arsenal hanya meraih satu kemenangan dari empat pertandingan terakhir di semua kompetisi. Atletico pun tak jauh berbeda, dengan satu kemenangan dari lima laga.
Namun, Arsenal memiliki modal psikologis dari pertemuan sebelumnya. Pada fase liga, 22 Oktober 2025, mereka menundukkan Atletico Madrid 4-0 di Stadion Emirates, London.
Hasil itu mungkin memberi kepercayaan diri, tetapi semifinal adalah cerita yang berbeda. Di Metropolitano, tekanan akan lebih besar, ruang lebih sempit, dan kesalahan sekecil apa pun bisa menentukan arah perjalanan menuju final.

