Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Gandeng Anvita dan Etana, Dayabumi Energi Perkuat Implementasi ESG di Industri Farmasi

Gandeng Anvita dan Etana, Dayabumi Energi Perkuat Implementasi ESG di Industri Farmasi

Energi & Tambang Toto Pribadi27 April 2026 / 18:16 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Dayabumi Energi (Foto: Tutur/Dayabumi Energi)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Karawang (tutur.co.id) – Kolaborasi strategis dilakukan Dayabumi Energi dengan PT Anvita Pharma Indonesia (Anvita)dan PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) terkait komitmen terhadap transisi energi dan implementasi prinsip Eviromental, Social and Governance (ESG) di sektor industri farmasi.

Kerja sama ini diwujudkan dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dengan total kapasitas mencapai 1 MWp, yang dibangun secara bertahap di fasilitas produksi kedua perusahaan. Langkah ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sektor industri, khususnya farmasi dan bioteknologi, mulai mengintegrasikan strategi keberlanjutan ke dalam operasional inti mereka.

Sebagai perusahaan dengan standar internasional, Anvita dan Etana memiliki kebutuhan tinggi terhadap keandalan energi, konsistensi operasional, serta kepatuhan terhadap standar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dan keselamatan yang ketat.

Hal ini menjadikan implementasi energi terbarukan sebagai tantangan teknis sekaligus peluang strategis. Pada tahap pertama, Dayabumi Energi telah berhasil menyelesaikan pembangunan PLTS di fasilitas produksi Anvita. Proyek ini menjadi sorotan karena dilakukan di lingkungan industri dengan tingkat sensitivitas tinggi, di mana proses produksi beroperasional non-stop dan harus memenuhi standar CPOB dan keselamatan yang ketat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dayabumi Energi menerapkan metode “live-installation with zero shutdown”, yaitu proses instalasi yang dilakukan tanpa menghentikan aktivitas produksi. Pendekatan ini membutuhkan perencanaan teknis yang matang, koordinasi lintas tim yang presisi, serta penerapan standar kualitas dan keselamatan yang ketat.

Dalam praktiknya, proyek ini memiliki kompleksitas yang sebanding dengan pembangunan infrastruktur energi di fasilitas kritikal seperti data center, dengan fokus utama pada kontinuitas pasokan listrik tanpa gangguan, pengendalian kebersihan lingkungan kerja, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan operasional. Keberhasilan penyelesaian tahap pertama ini menjadi bukti bahwa implementasi energi terbarukan tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan kualitas operasional, bahkan di sektor dengan persyaratan paling ketat sekalipun.

Baca Juga  Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Perekonomian Masyarakat

“Membangun standar operasional yang baik menjadi kunci dalam proyek pembangunan ini. Proyek berjalan dengan baik tanpa adanya penghentian aktivitas produksi farmasi, sekaligus tetap menjaga keselamatan para pekerja. Inisiatif ESG tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga tentang pemenuhan standar kualitas dan keselamatan,” kata Chairman Dayabumi Group, Gamma A Thohir, Senin 27 April 2026.

Melanjutkan keberhasilan tersebut, Dayabumi Energi akan memasuki tahap berikutnya dengan pembangunan PLTS di fasilitas operasional Etana. Proyek ini dirancang dengan pendekatan yang serupa, mengingat karakteristik operasional yang membutuhkan tingkat keandalan dan presisi tinggi. Dari sisi manfaat, proyek pengembangan PLTS ini memberikan dampak yang terukur baik secara ekonomi maupun lingkungan.

Secara keseluruhan, sistem yang dibangun diproyeksikan mampu menghemat biaya listrik hingga Rp 70 juta per tahun, serta menurunkan emisi karbon sebesar 573,17 ton CO₂ per tahun. Efisiensi ini menjadi nilai tambah bagi perusahaan dalam meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat komitmen terhadap target pengurangan emisi yang semakin menjadi perhatian global.

Selain itu, penggunaan energi surya sebagai sumber listrik juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil, serta mendukung agenda transisi energi nasional menuju sistem yang lebih berkelanjutan. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sektor industri lainnya dalam mengadopsi energi terbarukan tanpa harus mengorbankan stabilitas operasional. Dengan pendekatan yang tepat, integrasi PLTS atap dapat dilakukan secara aman, efisien, dan scalable.

Sebagai bagian dari Dayabumi Group, Dayabumi Energi berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi energi yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan operasional industri modern— menggabungkan aspek teknologi, kualitas kerja, dan dampak jangka panjang.

anvita pharma indonesia dayabumi energi etana biotechnologies indonesia farmasi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDampak El Nino 2026, Komisi IV DPR: Waspada Kebakaran Hutan!
Next Article Jadi Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi, Hasan Nasbi: Siap Kerja Sama dengan Komdigi dan Bakom

Berita Lainnya

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bantah Isu Transporter Mogok Salurkan BBM

17 Juli 2026 / 17:49 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB

BBM Langka di Sumatera Utara, Komisi XII DPR RI Desak Pertamina Gerak Cepat

17 Juli 2026 / 15:48 WIB

Skema Ketat di Balik Solar Murah Kapal 30-200 GT

17 Juli 2026 / 15:34 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Emas Tersungkur ke Level Terendah 2026, Tekanan Suku Bunga dan Yield Obligasi Menguat

Gusti Tetiro25 Maret 2026 / 16:18 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.