Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Ekonomi Inggris Ikut Limbung Dampak Perang Iran

Ekonomi Inggris Ikut Limbung Dampak Perang Iran

Finance Muthia Hanifah24 April 2026 / 16:21 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gedung Palace of Westminster di London, pusat parlemen Inggris, yang menjadi simbol kebijakan ekonomi negara di tengah tekanan inflasi akibat krisis global. (Foto: Tutur/The Guardian)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

London (tutur.co.id) – Dampak perang Iran mulai terasa di Inggris, dengan lonjakan inflasi yang dipicu kenaikan tajam harga minyak dunia. Data terbaru menunjukkan inflasi meningkat dari 3 persen menjadi 3,3 persen dalam periode Maret 2026. Kenaikan ini langsung menekan berbagai sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Kantor Statistik Nasional Inggris menyebut hampir seluruh sektor terdampak, terutama biaya produksi dan distribusi. Harga bahan baku serta biaya pengiriman barang melonjak signifikan. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dan bahan bakar kendaraan.

Grafik menunjukkan kenaikan indeks harga produsen jasa Inggris sebesar 3,0% pada awal 2026, mencerminkan tekanan inflasi yang dipicu kenaikan biaya di berbagai sektor. (Foto: Tutur/Office for National Statistics (ONS))

Dampaknya juga terasa pada kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan transportasi. Tarif penerbangan serta harga pangan naik lebih tinggi dari perkiraan. Meski demikian, sektor pakaian menjadi satu-satunya yang relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan besar.

Para ekonom memprediksi inflasi Inggris 2026 masih akan terus naik hingga mencapai 3,5 hingga 4 persen tahun ini. Salah satu penyebab utamanya adalah terganggunya distribusi minyak global akibat konflik di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.

Di tengah kondisi ini, Bank of England menghadapi dilema kebijakan moneter. Di satu sisi, suku bunga bisa dinaikkan untuk menekan inflasi. Namun di sisi lain, kenaikan biaya energi membuat daya beli masyarakat menurun, yang berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Jika suku bunga dinaikkan, biaya pinjaman dan kredit rumah akan ikut meningkat.

Sebaliknya, jika diturunkan, konsumsi masyarakat bisa terdorong, namun inflasi berpotensi semakin tinggi. Keputusan penting ini akan dibahas dalam pertemuan kebijakan moneter pekan depan.

Lonjakan harga BBM menjadi salah satu faktor paling mencolok, dengan kenaikan hingga 8,7 persen dalam satu bulan. Sementara itu, inflasi makanan juga naik menjadi 3,7 persen dan diperkirakan bisa mencapai 10 persen dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga  Konflik AS-Iran Tekan Industri Penerbangan, INACA Usul Kenaikan Tarif dan Fuel Surcharge

Situasi ini menegaskan bahwa konflik global tidak hanya berdampak pada wilayah perang, tetapi juga memengaruhi ekonomi negara lain. Pemerintah Inggris pun menegaskan bahwa menjaga stabilitas harga menjadi prioritas utama demi melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi yang semakin berat.

Inggris parlemen inggris Perang Iran Perekonomian
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKlan Pahlavi Gagal Kembali Berkuasa, Amerika Serikat dan Israel di Ujung Tanduk
Next Article Pertamina Jamin Pasokan Avtur Aman, Dukung Kelancaran Haji 2026

Berita Lainnya

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan

18 Juli 2026 / 08:45 WIB

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB

Telah Keluar Perintah Iran untuk Houthi Yaman, Blokade Laut Merah!

16 Juli 2026 / 22:01 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Dongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalisasi AI dan Digitalisasi

Toto Pribadi24 Mei 2026 / 20:51 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.