Roma (tutur.co.id)– Avip Priatna bersama Jakarta Concert Orchestra (JCO) dan Batavia Madrigal Singers (BMS) menutup rangkaian tur konser Eropa mereka dengan tampil di Roma, Italia. Konser bertajuk “Pope Francis, A Legacy for Humanity” ini digelar di Auditorium Conciliazione pada Selasa (21/4), bertepatan dengan satu tahun wafatnya Paus Fransiskus.
Dalam konser tersebut, Avip Priatna dan tim menampilkan repertoar yang berbeda dari kota-kota sebelumnya seperti Ankara, Amsterdam, dan Basel. Program konser menghadirkan lagu-lagu populer seperti Nella Fantasia, I Have a Dream, One God, serta medley I Love You/What A Wonderful World. Mereka juga berkolaborasi dengan penyanyi Italia Arisa dan musisi Inggris Simon Kirke dari band Bad Company.
Selain itu, konser turut menampilkan karya komposer Indonesia, termasuk Benggong aransemen Ken Steven dan Nusantara karya Elwin Hendrijanto. JCO dan BMS bersama solis Valentina Aman dan Farman Purnama juga membawakan musik ilustrasi dari film dokumenter tentang Paus Fransiskus berjudul Aldeas, yang ditayangkan perdana sebelum konser dimulai.
Pertunjukan berdurasi 90 menit ini diperkaya dengan kolaborasi multimedia yang menampilkan perjalanan hidup Paus Fransiskus serta aktivitas organisasi Scholas Occurrentes di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Scholas Occurrentes merupakan organisasi pendidikan global berbasis di Vatikan yang diinisiasi Paus Fransiskus pada 2013. Organisasi ini mempromosikan budaya perjumpaan lintas latar belakang melalui olahraga, seni, dan teknologi, serta telah menjangkau hampir 500.000 institusi pendidikan di 190 negara.
Sekitar 1.500 penonton yang hadir juga menyimak kesaksian dari Happy Salma, pendiri Yayasan Titimangsa. Ia menyampaikan bagaimana seni dan budaya dapat menjadi jembatan untuk membangun kebersamaan, perdamaian, dan persaudaraan.
Konser ini menjadi penutup rangkaian tur Eropa sekaligus penghormatan atas warisan kemanusiaan yang ditinggalkan Paus Fransiskus melalui dialog, pendidikan, dan seni.

