Manama (tutur.co.id) – Parlemen Bahrain telah sepakat untuk melakukan boikot total kepada Iran buntut pecahnya konflik di Kawasan Timur Tengah. Boikot ini mulai dari melarang produk-produk Iran masuk Bahrain hingga pemutusan hubungan diplomatik serta semua kerja sama dengan Teheran.
Tak hanya itu, boikot Bahrain ini juga menegaskan larangan untuk semua perjalanan baik lewat udara maupaun laut baik menuju atau dari Iran. Dengan kata lain, Bahrain akan benar-benar memutus hubungan dengan Iran dalam bentuk apapun.
Keputusan memboikot Iran ini telah disepakati secara bulat oleh anggota parlemen Bahrain pada Rabu 22 April 2026. Parlemen Bahrain menganggap serangan Iran ke wilayah Bahrain dengan menargetkan pangkalan militer AS sebagai sebuah agresi keji yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.
“Apa yang kita saksikan selama ini bukanlah perbedaan pendapat politik, melainkan ancaman langsung terhadap stabilitas Bahrain dan keamanan kawasan. Parlemen memiliki tanggung jawab untuk berdiri teguh dalam membela kepentingan nasional tertinggi kerajaan,” kata anggota parlemen Mohamed Al Olaiwi dilansir dari Gdonline.
Olaiwi menekankan bahwa usulan tersebut bukanlah simbolis, tetapi dimaksudkan untuk menerjemahkan persatuan parlemen menjadi sebuah Tindakan tindakan tegas.
“Ini adalah pesan yang jelas bahwa Bahrain tidak akan menerima campur tangan, agresi, atau ancaman terhadap rakyatnya dan sekutunya. Hubungan ekonomi tidak dapat berlanjut seolah-olah tidak terjadi apa-apa,” katanya.
Masih menurut Olaiwi, usulan melakukan boikot kepada Iran tersebut juga sebagai bentuk ekspresi solidaritas dengan negara-negara tetangga.
“Kita berdiri bahu-membahu dengan saudara-saudara kita di GCC dan dengan Yordania. Apa yang mereka hadapi tidak dapat diterima, dan posisi Bahrain harus jelas dan praktis,” katanya.
Menurut memorandum penjelasan yang dilampirkan pada usulan tersebut, langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan internal, menanggapi kebijakan yang bermusuhan, dan mencegah saluran apa pun yang dapat digunakan untuk merugikan kepentingan nasional.
Para anggota parlemen telah meminta pemerintah untuk bertindak cepat atas rekomendasi tersebut, mengingat sifatnya yang mendesak. Dengan dukungan bulat dari parlemen, proposal tersebut kini menunggu pembahasan Kabinet mengenai mekanisme dan cakupan implementasi yang mungkin, khususnya terkait arus perdagangan dan jalur transportasi setelah dirujuk.
Beberapa produk Iran yang paling populer yang saat ini memang tersedia berlimpah di Bahrain termasuk buah-buahan dan sayuran, produk susu, karpet, dan saffron yang merupakan rempah termahal di dunia.

