Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Perempuan»5 Attitude Perempuan di Dunia Kerja yang Berakar dari Semangat Kartini

5 Attitude Perempuan di Dunia Kerja yang Berakar dari Semangat Kartini

Perempuan Galuh Parantri21 April 2026 / 11:19 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Perempuan berdaya (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Perempuan berdaya (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)- Di tengah dinamika dunia kerja yang makin cepat dan kompetitif, perempuan hari ini tidak hanya hadir sebagai bagian dari sistem, tetapi juga sebagai penggerak perubahan.

Peran mereka meluas—dari profesional, pemimpin, hingga pencipta peluang—seringkali dijalankan bersamaan dengan tanggung jawab personal yang tidak ringan. Dalam konteks ini, emansipasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan praktik sehari-hari yang hidup dalam sikap, pilihan, dan cara perempuan bertahan sekaligus bertumbuh.

Semangat Hari Kartini yang diwariskan Raden Ajeng Kartini pun menemukan relevansinya di ruang-ruang kerja modern. Bukan hanya tentang kesetaraan akses, tetapi juga tentang bagaimana perempuan membangun daya tahan, keberanian, dan kesadaran diri dalam menghadapi berbagai tantangan profesional.

Berikut lima attitude yang jadi fondasi emansipasi dan resiliensi perempuan hari ini:

1. Berani Bersuara dan Menyampaikan Ide
Perempuan tidak lagi sekadar “mengikuti arus” dalam pekerjaan. Ada keberanian untuk menyampaikan pendapat, bahkan dalam ruang yang sebelumnya didominasi. Ini bukan soal keras, tapi soal percaya bahwa perspektifnya layak didengar.

2. Adaptif di Tengah Perubahan
Dunia kerja bergerak cepat, dan perempuan menunjukkan kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri. Dari teknologi baru hingga dinamika tim, sikap adaptif jadi bentuk resiliensi yang nyata.

3. Mandiri, Tapi Tetap Kolaboratif
Semangat kemandirian tidak berarti berjalan sendiri. Perempuan hari ini mampu berdiri di atas kemampuannya, sekaligus membangun jejaring dan kerja sama yang saling menguatkan.

4. Tangguh Menghadapi Tekanan
Beban kerja, ekspektasi sosial, hingga peran ganda sering datang bersamaan. Ketangguhan perempuan terlihat dari cara mereka tetap bergerak maju, tanpa kehilangan arah dan tujuan.

5. Punya Kesadaran untuk Bertumbuh
Lebih dari sekadar bertahan, perempuan masa kini punya kesadaran untuk terus berkembang. Upgrade skill, membuka peluang baru, hingga berani keluar dari zona nyaman menjadi bagian dari perjalanan profesional.

Baca Juga  Inspirasi Ucapan Selamat Idulfitri 2026 untuk Kartu Hampers Lebaran

Semangat Kartini hari ini tidak selalu hadir dalam bentuk besar. Ia hidup dalam keputusan-keputusan kecil yang konsisten untuk terus belajar, berani mencoba, dan tidak menyerah pada batasan.

berdaya hari kartini kartini Perempuan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleNyalakan Harapan Baru, Lentera Jiwa Dampingi ODGJ Pulih Jadi Mandiri
Next Article Iran Janjikan Kartu-kartu Baru Buat AS di Medan Perang

Berita Lainnya

Tahun Ajaran Baru, 7 Hal yang Sering Dilupakan Orang Tua Selain Seragam dan Buku

11 Juli 2026 / 08:58 WIB

7 Tips Mengatur Anggaran Persiapan Sekolah Anak agar Dompet Tetap Aman

10 Juli 2026 / 14:20 WIB

Usia Boleh Bertambah, Tapi Emosi Belum Tentu Dewasa: Memahami Konsep Usia Emosional

23 Juni 2026 / 09:35 WIB

7 Tips Mengatur Screen Time Anak Saat Liburan Sekolah

22 Juni 2026 / 15:15 WIB

Perempuan dalam Detak Ekonomi Digital

17 Juni 2026 / 10:53 WIB

7 Camilan Sehat Temani Nobar Piala Dunia 2026 ala Ibu

15 Juni 2026 / 13:37 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Amerika Serikat vs Bosnia: Sayap-Sayap Naga Siap Hancurkan Tuan Rumah

Deba Salamah01 Juli 2026 / 10:30 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.