Tel Aviv (tutur.co.id) – Amerika Serikat dan sekutunya Israel tampaknya telah menyiapkan opsi jika perundingan Jilid II di Islamabad Pakistan kembali tanpa hasil. Kedua negara kini tengah menyiapkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas energi Iran. Terlebih dengan akan berakhirnya masa gencatan senjata pada Rabu 22 April 2026 mendatang.
Media berita Israel, Maariv, melaporkan pada hari Minggu bahwa AS dan Israel sedang mengoordinasikan persiapan serangan jika gencatan senjata tidak diperpanjang dan negosiasia antara Washington dan Teheran di Pakistan tak berjalan mulus.
“Ada koordinasi yang erat antara kedua pihak, dan jika pertempuran berlanjut, targetnya juga akan mencakup fasilitas energi Iran,” tulis laporan surat kabar Israel Maariv pada hari Minggu, mengutip dari seorang sumber militer Israel.
Israel sebelumnya telah menyerang fasilitas energi Iran, termasuk ladang gas South Pars, yang terbesar di dunia, serta fasilitas minyak dan petrokimia. Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr juga telah diserang empat kali sejak awal perang, dengan satu karyawan tewas.
Di hari yang sama, Trump juga mengeluarkan ancaman untuk menghancurkan infrastruktur Iran jika mereka tidak menandatangani kesepakatan.
“Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap Pembangkit Listrik, dan setiap Jembatan, di Iran,” kata Trump di Washington.

