Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Kremlin Ungkap Usulan Rusia Soal Uranium Iran Ditolak AS

Kremlin Ungkap Usulan Rusia Soal Uranium Iran Ditolak AS

Internasional Deba Salamah17 April 2026 / 06:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Iran merayakan peluncuran pertama rudal balistik Sejjil sejak dimulainya konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. (Foto: IRIB-Russia Today)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Moskow (Tutur.co.id) – Upaya diplomatik untuk meredakan konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Rusia, melalui Presiden Vladimir Putin, sempat mengajukan usulan untuk mengambil alih uranium Iran yang diperkaya tinggi sebagai bagian dari solusi damai. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh Washington.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengungkapkan bahwa proposal tersebut diajukan beberapa waktu lalu dan dinilai sebagai langkah konstruktif untuk meredakan ketegangan.

“Ini adalah solusi yang sangat baik,” ujar Peskov dalam wawancara, seraya menambahkan bahwa pihak Amerika Serikat pada akhirnya tidak menerima usulan tersebut.

Meski demikian, Rusia disebut masih membuka kemungkinan untuk menghidupkan kembali gagasan tersebut jika diminta oleh pihak-pihak terkait.

Isu pemindahan uranium yang diperkaya tinggi memang menjadi salah satu tuntutan utama Washington dalam perundingan untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari. Persediaan uranium Iran yang diperkirakan mencapai 450 kilogram dengan tingkat pengayaan 60 persen menjadi perhatian utama, terutama karena sebagian besar material tersebut kini berada di fasilitas nuklir yang telah menjadi target serangan.

Di sisi lain, pemerintah AS tetap bersikap tegas. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa Iran harus menyerahkan stok tersebut.

“Iran akan menyerahkan secara sukarela atau kami akan mengambilnya dengan cara lain,” tegasnya.

Peskov juga menolak narasi yang digunakan untuk membenarkan konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa Badan Energi Atom Internasional tidak pernah menemukan bukti bahwa Iran tengah mengembangkan senjata nuklir, sehingga tuduhan tersebut dinilai sebagai dalih. Lebih lanjut, Kremlin membantah keterlibatan langsung Rusia dalam konflik.

“Rusia tidak ikut serta dalam hal ini. Ini bukan perang kami,” kata Peskov.

Namun, pernyataan berbeda datang dari pihak Iran. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut bahwa Moskow telah memberikan bantuan militer “dalam berbagai arah,” meski tidak merinci bentuk dukungan tersebut.

Baca Juga  AS dan Iran Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari

Di tengah perbedaan pernyataan itu, utusan AS Steve Witkoff sebelumnya menyampaikan bahwa Putin telah meyakinkan Donald Trump bahwa Rusia tidak membagikan data intelijen kepada Iran.

Amerika Serikat headline iran Nuklir Rusia Uranium vladimir putin
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCedera Achilles, Hugo Ekitike Absen Bela Prancis di Piala Dunia 2026
Next Article Lini Belakang MU Dilanda Krisis Jelang Duel Kontra Chelsea

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kansas City Stadium: Stadion Paling Berisik Sejagat Siap Bakar Atmosfer Piala Dunia 2026

Deba Salamah11 Juni 2026 / 06:30 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.