Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»AS dan Iran Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari

AS dan Iran Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari

Internasional Deba Salamah29 Mei 2026 / 06:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi perundingan Amerika Serikat dengan Iran (Foto: Tutur/Iran News Ware)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Teheran (tutur.co.id) – Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan itu muncul setelah terjadinya serangan rudal Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat sebagai respons atas dugaan agresi militer AS di sekitar Bandar Abbas.

Informasi mengenai kesepakatan gencatan senjata pertama kali dilaporkan media Axios, kemudian dikutip Reuters dan Anadolu Agency. Berdasarkan sumber pejabat Amerika Serikat, perpanjangan gencatan senjata tersebut masih menunggu persetujuan akhir Presiden AS Donald Trump pada Kamis (28/5/2026).

Menurut laporan tersebut, memorandum of understanding (MoU) antara Washington dan Teheran telah disusun untuk memperpanjang penghentian konflik sementara selama dua bulan ke depan. Dalam periode itu, kedua negara disebut akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk keamanan kawasan Timur Tengah dan program nuklir Iran.

Meski jalur diplomasi mulai dibuka, situasi keamanan di kawasan justru kembali memanas. Media Rusia RT melalui akun media sosial @russiatoday_en menayangkan video yang memperlihatkan rudal Iran meluncur menuju pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pemerintah Iran menyebut serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap “agresi Amerika yang diluncurkan dari pangkalan tersebut terhadap wilayah pinggiran Bandar Abbas.”

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa peluncuran rudal itu merupakan bentuk peringatan keras kepada Amerika Serikat agar tidak kembali melakukan tindakan militer terhadap wilayah Iran.

“Ini adalah peringatan serius agar musuh memahami bahwa agresi tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Jika diulangi, respons kami akan lebih tegas,” demikian pernyataan IRGC.

Media Iran melaporkan, serangan itu terjadi setelah militer AS melakukan operasi yang diklaim sebagai langkah defensif terhadap fasilitas drone Iran di sekitar Bandar Abbas dan wilayah Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke instalasi militer AS di kawasan Teluk.

Baca Juga  Iran Ternyata Masih Pakai Senjata Stok Lama, AS Sudah Kelabakan!

Ketegangan terbaru tersebut kembali memicu kekhawatiran internasional mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia. Gangguan keamanan di kawasan itu berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global dan meningkatkan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Sejumlah negara di kawasan dilaporkan telah meningkatkan status kewaspadaan militer untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas.

Hingga Jumat (29/5/2026), Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait persetujuan akhir Presiden Donald Trump atas kesepakatan perpanjangan gencatan senjata tersebut.

Amerika Serikat gencatan senjata iran Timur Tengah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleManchester United Semakin Dekat Dapatkan Ederson dari Atalanta
Next Article Marc Marquez Dapat Lampu Hijau Tampil di FP1 MotoGP Italia

Berita Lainnya

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB

Telah Keluar Perintah Iran untuk Houthi Yaman, Blokade Laut Merah!

16 Juli 2026 / 22:01 WIB

Tensi Kawasan Teluk Kembali Memanas, Dubes Yaman Sowan Anis Matta

15 Juli 2026 / 19:55 WIB

IRGC Masuk Daftar Teroris, Tentara Islam Iran Kecam Parlemen Inggris

15 Juli 2026 / 19:32 WIB

Tulisan Tangan Duka Cita Presiden Prabowo atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa

15 Juli 2026 / 16:44 WIB

Jusuf Kalla Kirim Doa Atas Wafatnya Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani

14 Juli 2026 / 14:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kapolri Komitmen Dukung Perjuangan Buruh untuk Sejahtera

Deba Salamah17 Februari 2026 / 00:45 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.