Teheran (Tutur.co.id) – Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters (KCHQ) melontarkan ancaman serius terkait jalur pelayaran internasional. Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Fars News Agency pada Rabu, Iran memperingatkan kemungkinan pemblokiran jalur ekspor dan impor di sejumlah perairan strategis sebagai respons atas blokade angkatan laut Amerika Serikat.
Komandan KCHQ, Ali Abdollahi, menyatakan bahwa tindakan blokade yang dilakukan Washington—yang ia sebut sebagai ilegal dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang serta tanker minyak Iran—dapat dianggap sebagai pelanggaran awal terhadap kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung.
Ia menegaskan, jika langkah tersebut terus berlanjut, maka angkatan bersenjata Iran tidak akan tinggal diam. Teheran, kata dia, siap mengambil langkah balasan dengan membatasi bahkan menghentikan aktivitas ekspor dan impor yang melintasi jalur vital seperti Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah.
Pernyataan ini muncul setelah Amerika Serikat sejak Senin (13/4) resmi memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan tersebut diambil menyusul kegagalan perundingan langsung antara Washington dan Teheran di Islamabad, Pakistan, yang berakhir tanpa kesepakatan.
Konflik antara kedua pihak sendiri telah berlangsung sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan luas serta korban jiwa dari kalangan sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Otoritas Iran mencatat, sejak eskalasi konflik dimulai, lebih dari 3.300 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara gabungan tersebut.

