Madrid (Tutur.co.id) – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tetap memancarkan optimisme tinggi jelang leg kedua perempat final Liga Champions UEFA melawan Atletico Madrid di Stadion Metropolitano, Madrid.
Meski menghadapi defisit dua gol, Flick menegaskan bahwa peluang untuk membalikkan keadaan masih terbuka. Ia percaya timnya memiliki kapasitas untuk bangkit, meskipun menyadari tantangan besar yang akan dihadapi di markas lawan.
“Saya percaya pada tim ini. Kami tahu akan menghadapi Atletico yang kuat dengan pemain-pemain hebat, tetapi ini masih mungkin,” ujar Flick.
Kekalahan 0-2 di leg pertama di Camp Nou menjadi pekerjaan rumah besar bagi Barcelona. Pada laga tersebut, kegagalan memanfaatkan peluang serta kelemahan dalam penyelesaian akhir menjadi faktor penentu hasil.
Flick pun menekankan pentingnya keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Menurutnya, Barcelona harus tampil lebih disiplin dalam menjaga lini belakang, sekaligus berani mengambil risiko saat menyerang.
“Kita harus mengamankan pertahanan dan berani menyerang. Memanfaatkan peluang akan menjadi kunci, karena itu yang membedakan di leg pertama,” katanya.
Lebih dari sekadar aspek teknis, pelatih asal Jerman itu juga menyoroti pentingnya mentalitas tim. Ia meminta para pemain, termasuk Lamine Yamal dan rekan-rekannya, untuk tampil sebagai satu kesatuan yang solid di seluruh lini.
“Kita harus percaya dan saling terhubung. Bertahan bukan hanya tugas lini belakang, tetapi seluruh tim harus menutup ruang dan bermain bersama,” jelasnya.
Untuk memastikan tiket ke semifinal, Barcelona dituntut meraih kemenangan dengan selisih minimal tiga gol—sebuah target yang tidak mudah, terutama menghadapi tim dengan karakter defensif kuat seperti Atletico.
Namun, dengan keyakinan dan pendekatan yang tepat, Flick menilai peluang itu tetap ada. Kini, segalanya akan ditentukan oleh keberanian, efisiensi, dan kekompakan tim di salah satu laga paling krusial musim ini.

