Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Poin-poin Pembahasan Perundingan AS dan Iran yang Berujung Kegagalan

Poin-poin Pembahasan Perundingan AS dan Iran yang Berujung Kegagalan

Internasional Toto Pribadi12 April 2026 / 12:53 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Iran luncurkan rudal dalam operasi Janji Setia 4 (Foto: Tutur/Iraq NewsAgency)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Islamabad (tutur.co.id) – Marathon pertemuan antara delegasi Amerika Serikat (AS) dan Iran dengan mediator Pakistan harus berakhir dengan kegagalan. Paling tidak ada lima pembahasan utama dalam pertemuan selama hampir 24 jam tersebut.

“Berbagai aspek dari topik utama pembicaraan dibahas selama 24 jam terakhir, termasuk Selat Hormuz, isu nuklir, kompensasi militer, pencabutan sanksi, dan pengakhiran sepenuhnya perang melawan Iran dan kawasan,” tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, di akun X, Minggu 12 April 2026.

Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance dan delegasi Iran di bawah komando Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf datang ke Islamabad dengan masing-masing mengusung tuntutan tegas. Garis merah telah di tangan masing-masing delegasi. Hal itu yang membuat perundingan ini berjalan buntu.

Pertama, terkait dengan program nuklir Iran, delegasi AS menuntut tegas Iran tak boleh mengembangkan senjata pemusnah peradaban itu. Namun Iran menolak syarat tersebut karena dianggap melanggar kedaulatan dan terlalu membatasi. Apalagi dengan ancaman AS yang notabene-nya juga pemilik senjata nuklir.

Perbedaan mencolok lainnya terkait sanksi ekonomi yang selama ini Iran terima. Iran tegas menuntut pencabutan sanksi secara cepat dan luas. Namun AS ingin pencabutan sanksi dilakukan secara longgar dengan syarat kepatuhan dari Iran.

Ketiga terkait kendali Selat Hormuz. AS melihat Iran sebagai ancaman stabilitas Kawasan dengan keuntungan geografis di Kawasan tersebut. Mereka mendesak Iran berbagi kendali di jalur vital perdagangan dunia tersebut. Namun Iran melihat AS terlalu banyak ingin intervensi di kawasan tersebut.

Hal selanjutnya terkait dengan kompensasi agresi militer AS dan Israel yang juga menjadi tuntutan Iran. Kompensasi Iran sendiri diringkas menjadi tiga layer yakni reparasi perang, biaya rekonstruksi dan pencairan asset yang dibekukan akibat sanksi. Namun AS menganggap itu sebagai tuntutan yang berlebihan.

Baca Juga  Kerja Sama Maritim RI–Inggris Dipuji PM Inggris, Buka Peluang Lapangan Kerja

Terakhir, tentang tuntutan untuk mengakhiri perang sepenuhnya. Namun faktanya, bahkan saat terjadi pertemuan di Pakistan ini dan masa gencatan senjata, Israel yang menjadi sekutu AS justru masih menyerang wilayah Lebanon. Hal ini yang membuat delegasi Iran murka.

Amerika Serikat gencatan senjata headline iran Penutupan Selat Hormuz Perang Iran perundingan amerika serikat dan iran perundingan damai
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLewati Target, Program Belanja Nasional Triwulan I 2026 Tembus Rp184 triliun
Next Article Opini: Transformasi Transportasi Umum Demi Kemandirian Energi Indonesia

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

APQ Awards 2026: Inovasi Perwira Pertamina Hasilkan Efisiensi hingga Rp81 Miliar

Galuh Parantri20 Juni 2026 / 13:30 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.