Jakarta (tutur.co.id)- PT PLN (Persero) kembali menorehkan capaian positif di bidang lingkungan dengan meraih 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau dalam Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Selain itu, perseroan juga meraih penghargaan Green Leadership, yang menegaskan konsistensi arah transformasi hijau yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur, capaian ini mencerminkan keberhasilan PLN dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis, sekaligus memperkuat komitmen terhadap praktik energi bersih.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi kontribusi para pelaku usaha dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.
Menurutnya, PROPER menjadi instrumen penting yang tidak hanya mendorong kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, tetapi juga mengarahkan dunia usaha untuk melampaui standar melalui efisiensi sumber daya, pencegahan pencemaran, serta kontribusi terhadap ekonomi masyarakat.
PLN menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bagian dari akselerasi transformasi perusahaan, tidak sekadar bentuk kepatuhan terhadap regulasi. Ke depan, PLN akan terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, serta meningkatkan efisiensi operasional dan program pemberdayaan masyarakat.
“Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik yang andal sekaligus memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Darmawan Prasodjo.
Dalam upaya menekan emisi, PLN mencatat peningkatan signifikan reduksi gas rumah kaca dari 12,9 juta ton CO2 pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO2 pada 2025.
Di sisi lain, kapasitas energi baru terbarukan (EBT) PLN telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW) pada 2025. Perusahaan juga mengembangkan pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh).
Sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi, PLN turut mengembangkan Green Hydrogen Plant (GHP) sejak 2023. Fasilitas ini kini telah tersebar di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun.
Pemanfaatan hidrogen hijau tersebut ke depan diharapkan dapat dioptimalkan untuk kebutuhan pembangkit listrik, bahan bakar transportasi ramah lingkungan, hingga sektor industri.
“Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan nasional,” tutup Darmawan Prasodjo.
PLN berharap berbagai inisiatif yang dijalankan tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan nasional.

