Jakarta (tutur.co.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih membuka ruang penguatan pada perdagangan hari ini seiring meredanya tekanan jual. Pada penutupan sebelumnya, IHSG menguat 0,13% ke level 8.936, dengan struktur teknikal yang mengindikasikan peluang penguatan lanjutan menuju area 9.030.
Berdasarkan laporan MNCS Daily Scope Wave edisi 12 Januari 2026, MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave (v) wave [iii]. Secara teknikal, rentang penguatan jangka pendek diperkirakan berada di kisaran 9.030–9.077, meskipun potensi koreksi masih perlu diantisipasi pada area 8.843–8.904. Adapun level support berada di 8.867 dan 8.806, sementara resistance di 8.996 dan 9.030.
Dari sisi sektoral, indeks keuangan (IDX Finance) masih menunjukkan tren naik dan bertahan di atas moving average 20 hari (MA20). Kondisi tersebut menandakan sektor keuangan masih berperan sebagai penopang utama pergerakan IHSG, seiring ekspektasi pembagian dividen yang dinilai mampu menjaga minat investor.
Kepala Riset Ritel MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan, strategi perdagangan saham perbankan saat ini cenderung selektif dengan pendekatan spekulatif terbatas. Fokus diarahkan pada emiten berkapitalisasi besar dan likuid yang secara teknikal masih mempertahankan struktur tren positif.
“Sesuai laporan teknikal kami, rekomendasi saat ini adalah Spec Buy untuk saham BBRI, dan pendekatan yang sama juga dapat diterapkan pada BBCA,” ujar Herditya kepada tutur.co.id.
Sejalan dengan itu, MNC Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham yang patut dicermati pada perdagangan hari ini, yakni ARCI, BBRI, BUMI, dan BUVA, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko di tengah potensi volatilitas pasar.

