Roma (Tutur.co.id) – Kegagalan Timnas Italia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 ‘memaksa’ beberapa petinggi di Federasi Sepakbola Italia (FIGC) mundur. Termasuk sang legenda hidup Gli Azzuri, Gianluigi Buffon. Pesan haru disampaikan mantan kiper andalan Juventus dan Timnas Italia itu.
“Dan kami tidak berhasil. Sekarang sudah tepat untuk memberi kebebasan kepada mereka yang datang setelah saya untuk memilih orang yang mereka anggap paling cocok untuk mengambil alih peran saya,” kata Buffon setelah melayangkan surat pengunduran dirinya ke FIGC, Jumat 3 April 2026.
Ya, fakta bahwa Buffon sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak untuk Italia (175 penampilan) dan ikut mengantarkan Gli Azzurri sebagai kampiun Piala Dunia 2006 tak lantas membuatnya lolos dari rasa bersalah atas kegagalan negara Spageti itu. Buffon sendiri menerima jabatan sebagai Kepala Delegasi Timnas Italia pada Agustus 2023, setelah diusulkan Gabriele Gravina yang sebelumnya juga telah mundur sebagai Presiden FIGC.
Lewat akun media sosialnya, Buffon menyampaikan pesan yang mengharukan. “Mewakili Tim Nasional adalah suatu kehormatan dan gairah yang telah mendorong saya sejak kecil. Saya mencoba menjalankan peran saya dengan memberikan semua yang saya miliki, melihat ke semua bidang untuk bertindak sebagai penghubung, membina dialog dan sinergi antara berbagai tim muda, dan bekerja dengan berbagai kepala departemen untuk membangun proyek yang dimulai dari level termuda dan mencapai tim U21,” tulis Buffon.
“Semua ini bertujuan untuk menata ulang cara pengembangan bakat untuk Tim Nasional senior. Saya membawa sejumlah kecil tokoh berpengalaman yang, bersama dengan keahlian yang sudah ada, membantu mendorong perubahan yang diperlukan ini dengan visi jangka menengah hingga panjang,” tambahnya.
Pria 48 tahun ini memang akan selalu dikenang dan dianggap pahlawan bagi publik sepakbola Italia. Catatan 176 caps bersama timnas Italia menjadi bukti sahih, Buffon adalah orang spesial di sepakbola Italia. Termasuk saat mengangkat trofi Piala Dunia 2006 saat ia juga didaulat menjadi kapten.
“Saya sangat percaya pada meritokrasi dan peran yang didefinisikan dengan jelas, dan terserah orang lain untuk menilai keputusan ini. Saya membawa semua yang saya pelajari dari pengalaman ini, bersyukur atas hak istimewa dan pelajaran yang telah diajarkannya kepada saya, bahkan dalam akhir yang menyakitkan ini. Forza Azzurri, selalu,” pungkas Buffon.

