Teheran (Tutur.co.id) – Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat menanggapi ‘ancaman berulang’ Presiden Donald Trump tentang operasi darat.
“Presiden Amerika Serikat telah membuktikan bahwa satu-satunya bahasa yang dia pahami adalah bahasa kekerasan. Komandan dan tentara Amerika akan menjadi santapan lezat bagi hiu-hiu di Teluk Persia,” kata Zolfaghari dilansir dari Viory, Senin 30 Maret 2026.
Ia kemudian menggambarkan Trump sebagai sosok presiden paling tidak jujur di dunia dan mendesak otoritas AS untuk ‘mempelajari sejarah Iran’ untuk mempertimbangkan dengan matang jika ingin perang darat dengan Iran.
“Angkatan bersenjata Iran yang kuat akan dengan penuh semangat menunggu saat yang tepat untuk menghancurkan pasukan Anda. Ancaman Presiden Amerika merupakan perwujudan khayalan dan kebohongan,” tambahnya.
Pernyataan keras ini muncul di tengah meningkatnya laporan tentang kemungkinan operasi darat AS yang menargetkan pulau-pulau yang dikuasai Iran di Teluk Persia. Pentagon juga terus menggalakkan kampanye perang darat dalam beberapa pekan terakhir.
Skenario sebelumnya yang dibahas di kalangan militer Paman Sam adalah menguasai lokasi strategis seperti Pulau Kharg dan Pulau Larak. Konflik di Kawasan Teluk saat ini memang tak kunjung mereda, bahkan semakin meluas melibatkan Hezbullah Lebanon dan Houthi Yaman.
Eskalasi ini juga mengganggu aliran energi global, dengan penutupan efektif Selat Hormuz, jalur utama untuk sekitar seperlima pasokan minyak dunia, yang mendorong harga di atas $100 per barel dan menambah tekanan pada pasar internasional.

