Jakarta (tutur.co.id)- Lebaran selalu jadi momen yang dinanti untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga. Rumah orang tua yang biasanya tenang mendadak penuh tawa, cerita, dan kehangatan dari anak serta cucu yang datang silih berganti.
Namun, setelah momen itu usai dan kita kembali ke rutinitas masing-masing, ada satu hal yang sering terlewat: perasaan orang tua yang ditinggalkan di rumah yang kembali sepi.
Fenomena ini dikenal sebagai post Eid blues, kondisi emosional yang muncul setelah perayaan Lebaran berakhir. Pada lansia, kondisi ini bisa terasa lebih dalam karena mereka mengalami perubahan suasana yang sangat kontras dalam waktu singkat.
Tanpa Sadar, Kita Pergi Meninggalkan Kekosongan
Bagi kita, kembali setelah Lebaran adalah bagian dari tanggung jawab—pekerjaan menunggu, anak-anak kembali sekolah, dan aktivitas kembali berjalan seperti biasa.
Namun bagi orang tua, perpisahan setelah Lebaran bukan sekadar rutinitas tahunan. Kehadiran anak dan cucu yang sempat mengisi hari-hari mereka tiba-tiba hilang, meninggalkan rasa sepi yang tidak selalu mudah diungkapkan.
Ahli geriatri, dr Esthika , dalam unggahan Instagramnya menyebut bahwa perubahan suasana secara tiba-tiba setelah momen besar seperti Lebaran dapat berdampak pada kondisi emosional lansia.
“Interaksi yang intens saat Lebaran menjadi pengisi energi emosional bagi lansia. Ketika itu berhenti, mereka bisa merasakan kekosongan yang cukup signifikan,” tulisnya.
Kondisi ini wajar terjadi, tetapi sering kali tidak disadari oleh keluarga.
Kebiasaan Kecil yang Tanpa Sadar Memperparah
Ada beberapa hal yang sering kita anggap sepele, namun berdampak besar bagi orang tua, seperti:
• Jarang memberi kabar setelah kembali ke kota
• Menganggap orang tua baik-baik saja tanpa benar-benar bertanya
• Tidak memiliki rencana kunjungan berikutnya
• Intensitas komunikasi yang menurun drastis setelah Lebaran
Padahal, bagi orang tua, perhatian sederhana seperti sapaan atau telepon singkat bisa sangat berarti.
Menjaga Kedekatan, Meski dari Jauh
Mengurangi dampak post Eid blues pada orang tua tidak selalu membutuhkan hal besar. Justru, hal kecil yang dilakukan secara konsisten bisa memberikan efek yang lebih kuat.
Menjadwalkan komunikasi rutin, berbagi cerita keseharian, atau sekadar mengirim foto cucu dapat membantu menjaga koneksi emosional tetap hangat.
Selain itu, memberi orang tua sesuatu untuk dinantikan—seperti rencana kunjungan berikutnya—juga bisa membantu mereka melewati masa setelah Lebaran dengan lebih ringan.
Lebaran Boleh Usai, Perhatian Jangan Ikut Pergi
Kita mungkin kembali sibuk dengan kehidupan masing-masing, tetapi bagi orang tua, momen kebersamaan saat Lebaran sering menjadi hal yang sangat berharga dalam setahun.
Ketika itu berlalu, yang mereka butuhkan bukan sekadar kenangan, tetapi keberlanjutan perhatian.
Post Eid blues pada orang tua bukan hanya soal kesepian, tetapi tentang kebutuhan untuk tetap merasa terhubung dan dicintai. Dan sering kali, tanpa kita sadari, kita punya peran besar di dalamnya.

