Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Tanda Tangan Trump Akan Hadir di Dolar AS, Pertama dalam Sejarah

Tanda Tangan Trump Akan Hadir di Dolar AS, Pertama dalam Sejarah

Finance Gusti Tetiro28 Maret 2026 / 13:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden AS Donald J. Trump (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah Amerika Serikat berencana mencantumkan tanda tangan Presiden Donald Trump pada uang kertas dolar AS, sebuah langkah yang disebut sebagai bentuk penghormatan atas capaian ekonomi selama masa kepemimpinannya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan, kebijakan ini akan menjadi yang pertama dalam sejarah, di mana tanda tangan presiden yang masih aktif menjabat dicantumkan dalam mata uang resmi negara tersebut. “Tidak ada cara yang lebih ampuh untuk mengenang pencapaian bersejarah negara kita yang hebat dan Presiden Donald J. Trump selain uang kertas dolar AS yang menyandang namanya,” ujarnya.

Rencana tersebut akan dimulai dengan pencetakan uang kertas pecahan US$100 yang memuat tanda tangan Trump bersama tanda tangan Menteri Keuangan. Proses pencetakan dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026, dengan distribusi ke perbankan diperkirakan memakan waktu beberapa minggu sebelum beredar luas di masyarakat.

Ke depan, desain serupa juga akan diterapkan secara bertahap pada pecahan dolar lainnya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari peringatan 150 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, sekaligus simbol penguatan identitas ekonomi nasional.

Menurut Bessent, kebijakan ini dilatarbelakangi oleh klaim keberhasilan ekonomi di era Trump, yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan signifikan serta menjaga dominasi dolar AS di tengah dinamika global. Ia menilai stabilitas fiskal yang terjaga menjadi salah satu fondasi utama penguatan tersebut.

Senada, Bendahara AS Brandon Beach menyebut bahwa mata uang tidak sekadar alat transaksi, tetapi juga simbol kekuatan dan kemakmuran negara. “Mencetak tanda tangannya pada mata uang Amerika tidak hanya tepat, tetapi juga pantas,” katanya.

Meski demikian, langkah ini berpotensi memicu perhatian publik dan perdebatan, mengingat kebijakan tersebut berbeda dari praktik historis sebelumnya dalam desain mata uang AS. Terlepas dari itu, pemerintah AS menilai kebijakan ini sebagai bagian dari narasi besar dalam menegaskan capaian ekonomi dan identitas nasional di bawah kepemimpinan saat ini.

Baca Juga  Rusia Sebut Palestina sebagai Inti Krisis Timur Tengah
dolar AS Donald Trump ekonomi Amerika Uang Kertas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIran Gunakan Bom Tandan, 3 Kapal AS Tenggelam dan Tel Aviv Meraung
Next Article Tanpa Sadar, Kita Bisa Jadi Penyebab Post Eid Blues pada Orang Tua

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

Adi P18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.