Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah Amerika Serikat berencana mencantumkan tanda tangan Presiden Donald Trump pada uang kertas dolar AS, sebuah langkah yang disebut sebagai bentuk penghormatan atas capaian ekonomi selama masa kepemimpinannya.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan, kebijakan ini akan menjadi yang pertama dalam sejarah, di mana tanda tangan presiden yang masih aktif menjabat dicantumkan dalam mata uang resmi negara tersebut. “Tidak ada cara yang lebih ampuh untuk mengenang pencapaian bersejarah negara kita yang hebat dan Presiden Donald J. Trump selain uang kertas dolar AS yang menyandang namanya,” ujarnya.
Rencana tersebut akan dimulai dengan pencetakan uang kertas pecahan US$100 yang memuat tanda tangan Trump bersama tanda tangan Menteri Keuangan. Proses pencetakan dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026, dengan distribusi ke perbankan diperkirakan memakan waktu beberapa minggu sebelum beredar luas di masyarakat.
Ke depan, desain serupa juga akan diterapkan secara bertahap pada pecahan dolar lainnya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari peringatan 150 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, sekaligus simbol penguatan identitas ekonomi nasional.
Menurut Bessent, kebijakan ini dilatarbelakangi oleh klaim keberhasilan ekonomi di era Trump, yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan signifikan serta menjaga dominasi dolar AS di tengah dinamika global. Ia menilai stabilitas fiskal yang terjaga menjadi salah satu fondasi utama penguatan tersebut.
Senada, Bendahara AS Brandon Beach menyebut bahwa mata uang tidak sekadar alat transaksi, tetapi juga simbol kekuatan dan kemakmuran negara. “Mencetak tanda tangannya pada mata uang Amerika tidak hanya tepat, tetapi juga pantas,” katanya.
Meski demikian, langkah ini berpotensi memicu perhatian publik dan perdebatan, mengingat kebijakan tersebut berbeda dari praktik historis sebelumnya dalam desain mata uang AS. Terlepas dari itu, pemerintah AS menilai kebijakan ini sebagai bagian dari narasi besar dalam menegaskan capaian ekonomi dan identitas nasional di bawah kepemimpinan saat ini.

