Jakarta (Tutur.co.id) – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencuri perhatian tak hanya karena prestasinya di lintasan, tetapi juga sikapnya di atas podium. Rider Honda Team Asia itu finis di posisi ketiga pada balapan Moto3 Brasil di Sirkuit Goiania, 22 Maret 2026, berada di belakang duet CFMoto Aspar Team, Maximo Quiles dan Marco Morelli.
Namun, momen menarik justru terjadi setelah penyerahan trofi. Saat dua pembalap lain merayakan kemenangan dengan tradisi penyemprotan sampanye, Veda memilih menepi ke belakang panggung podium. Ia tidak ikut dalam selebrasi tersebut, sebelum kemudian kembali ke podium dan dengan santai meminum minuman kaleng yang dibawanya.
Gestur tersebut mengundang perhatian luas, bahkan menuai pujian dari warganet Indonesia. Dalam konferensi pers daring, Veda pun menjelaskan alasan di balik keputusannya.
Ia menegaskan bahwa faktor usia menjadi salah satu pertimbangan utama. Pada usia 17 tahun, ia memang belum diperbolehkan terlibat dalam selebrasi yang menggunakan minuman beralkohol.
“Kalau di bawah 18 memang belum boleh,” ujarnya.
Selain itu, Veda juga menyinggung alasan keyakinan pribadi. Sebagai seorang Muslim, ia menghindari konsumsi maupun penggunaan alkohol dalam bentuk apa pun.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa botol sampanye yang disediakan untuknya di podium tidak dibuka oleh panitia. Sebuah detail yang menunjukkan adanya pemahaman terhadap situasinya.
“Botol saya juga masih tertutup, jadi memang tidak ikut merayakan. Selain belum boleh, itu juga haram,” katanya.
Pembalap asal Gunung Kidul itu menegaskan bahwa keputusannya merupakan bentuk konsistensi terhadap aturan dan nilai yang ia pegang.

