Jakarta (Tutur.co.id) – Suporter antusias menyaksikan Timnas Indonesia melawan Saint Kitts & Nevis di FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion GBK, Jumat (27/3/2026). Namun publik yang datang tidak hanya dipicu oleh pertandingan melawan Saint Kitts & Nevis, tetapi juga pernyataan pelatih John Herdman.
Dalam konferensi pers jelang laga, Herdman menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir, FIFA, serta GSI atas terselenggaranya turnamen FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Ia menilai ajang ini menjadi kesempatan penting bagi Timnas Indonesia untuk menguji kemampuan menghadapi tim dari berbagai konfederasi.
“Ini hal fantastik sekaligus tes yang bagus bagi kami dan para pemain. Ini tantangan yang kami cari,” ujar Herdman.
Pelatih yang sebelumnya membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022 itu juga secara terbuka menyebut nama dua pelatih terdahulu, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Alih-alih memunculkan perbandingan, Herdman justru menegaskan rasa hormatnya terhadap fondasi yang telah dibangun sebelumnya.
Menurutnya, struktur dasar permainan Timnas Indonesia saat ini merupakan hasil kerja keras para pendahulunya. Ia melihat fondasi tersebut sebagai modal penting untuk melangkah ke tahap berikutnya.
“Fondasi timnas sudah ada berkat coach Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Tugas saya sekarang adalah meningkatkan kualitas timnas,” kata Herdman.
Meski demikian, ia menegaskan tidak datang hanya untuk melanjutkan apa yang sudah ada. Herdman membawa visi baru untuk meningkatkan performa tim, dengan fokus pada permainan yang lebih cepat, langsung, dan efektif.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian utamanya meliputi transisi cepat dari bertahan ke menyerang, organisasi serangan yang lebih rapi dan agresif, serta penerapan gaya direct football untuk menekan pertahanan lawan.
Dengan pendekatan tersebut, Herdman berharap Timnas Indonesia tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki identitas permainan yang lebih tajam dan modern di kancah internasional.

