Pasuruan (tutur.co.id) – Banjir besar melanda Kabupaten Pasuruan dan merendam lebih dari 6.650 rumah yang tersebar di 11 kecamatan. Data dari BPBD Kabupaten Pasuruan menunjukkan bahwa ketinggian air di sejumlah wilayah bahkan mencapai lebih dari 1,5 meter, menjadikannya salah satu banjir terparah dalam beberapa waktu terakhir.
Wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Beji, di mana enam desa masih bergelut dengan genangan air hingga kini. Desa Beji, Kedungringin, Gununggangsir, Pagak, Kedungboto, dan Cangkringmalang menjadi titik terparah. Di Dusun Pasinan, Desa Beji, air dilaporkan mencapai sekitar 120 sentimeter dan merendam puluhan rumah warga.
Banjir juga meluas ke Kecamatan Rejoso, tepatnya di Desa Jarangan dan Toyaning, dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Sementara di Kecamatan Bangil, genangan terjadi di empat kelurahan dan tiga desa, dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter di beberapa titik.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Winongan yang mencatat delapan desa terdampak banjir. Desa Menyarik, Gading, dan Penataan menjadi wilayah dengan genangan tertinggi hingga 80 sentimeter. Selain itu, banjir turut melanda sejumlah wilayah lain seperti Kecamatan Grati, Gondangwetan, Kejayan, Kraton, Pasrepan, Gempol, dan Pohjentrek dengan variasi ketinggian air.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung cukup lama dan disertai angin kencang. Kondisi cuaca tersebut terjadi hampir merata di seluruh wilayah Pasuruan dan berlangsung lebih dari dua jam, sehingga menyebabkan debit air meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga.
Pasca kejadian, tim BPBD bersama relawan bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi warga ke lokasi aman, distribusi bantuan logistik, hingga pendirian dapur umum di beberapa titik pengungsian. Tiga shelter utama diaktifkan di wilayah Bangil, Winongan, dan Rejoso untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
Di tengah situasi tersebut, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, turun langsung meninjau lokasi terdampak di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji. Kunjungan tersebut dilakukan bersama Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, sekaligus menyerahkan bantuan berupa makanan siap saji dan kebutuhan pokok bagi warga.
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah daerah juga memastikan distribusi logistik berjalan lancar melalui shelter kebencanaan. Keberadaan posko darurat dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga, terutama makanan dan air bersih.
Banjir yang meluas ini kembali menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan guna memastikan keselamatan warga serta percepatan pemulihan di wilayah terdampak. (sas)

