Surabaya (tutur.co.id) – Pemerintah Kota Surabaya mempercepat implementasi program Kampung Pancasila sebagai agenda prioritas pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial masyarakat setelah momentum Ramadan dan memasuki bulan Syawal.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa program tersebut akan menjadi fokus utama pemerintah kota dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan halalbihalal bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, Kampung Pancasila bukan sekadar program seremonial, melainkan upaya konkret untuk menjaga nilai-nilai yang telah terbentuk selama Ramadan, seperti semangat kebersamaan, saling memaafkan, dan mempererat hubungan antarwarga. Pemerintah kota ingin memastikan nilai tersebut terus hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di tingkat kampung dan rukun warga (RW).
Pemkot Surabaya berencana melakukan pendekatan langsung ke masyarakat untuk mengawal implementasi program ini. Seluruh elemen warga akan dilibatkan agar nilai-nilai sosial yang ditekankan dalam Kampung Pancasila benar-benar diterapkan, mulai dari lingkungan terkecil hingga skala kota.
Sebagai tahap awal, dua wilayah ditetapkan sebagai percontohan, yakni Kecamatan Genteng dan Wonokromo. Kedua kawasan ini akan menjadi model implementasi yang nantinya direplikasi ke seluruh wilayah Surabaya. Pemerintah berharap pola yang diterapkan di dua kecamatan tersebut dapat mempercepat adaptasi di daerah lain.
Dalam waktu singkat, Pemkot menargetkan seluruh RW di Surabaya mulai menjalankan konsep Kampung Pancasila. Target percepatan ini dipatok dalam rentang satu hingga dua minggu setelah Lebaran, sehingga implementasi dapat berlangsung serentak di berbagai wilayah.
Eri menyampaikan optimisme bahwa program ini akan berjalan secara menyeluruh pada awal April 2026. Dengan pelaksanaan yang merata, Kampung Pancasila diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat serta menjaga harmoni antarwarga di Kota Pahlawan.
Langkah percepatan ini juga dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat pasca pandemi dan dinamika sosial yang terus berkembang. Pemerintah kota melihat pentingnya membangun fondasi sosial yang kuat berbasis nilai Pancasila sebagai perekat kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman Surabaya. (sas)

