Jakarta (Tutur.co.id) – Petugas Astra Tol Cipali bersama kepolisian resmi menghentikan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) menuju Jakarta di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) pada Rabu (25/3/2026) petang. Penghentian ini dilakukan setelah skema tersebut diberlakukan selama beberapa hari untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, menjelaskan bahwa sistem one way sebelumnya diterapkan dari KM 263 Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 Tol Jakarta–Cikampek sejak Senin (23/3). Rekayasa lalu lintas tersebut merupakan kebijakan diskresi kepolisian dalam menghadapi lonjakan kendaraan arus balik.
Setelah evaluasi kondisi di lapangan, kebijakan one way dihentikan pada Rabu sekitar pukul 17.50 WIB. Dengan demikian, arus lalu lintas di ruas Tol Cipali kini kembali diberlakukan normal dengan dua arah.
Sebelum penghentian dilakukan, petugas lebih dahulu melaksanakan serangkaian persiapan, termasuk sterilisasi jalur arah Cirebon serta area rest area di sepanjang ruas tol. Proses ini dimulai sejak pukul 15.30 WIB guna memastikan transisi berjalan aman dan lancar.
Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 17.00 WIB, volume kendaraan yang melintas menuju Jakarta tercatat sekitar 67 ribu unit. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya, dengan kondisi lalu lintas yang tetap terpantau ramai lancar.
Di tengah normalisasi tersebut, Astra Tol Cipali mengimbau pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan, menjaga jarak antar kendaraan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Selain fokus pada kelancaran arus lalu lintas, pengelola tol juga menginisiasi kampanye kebersihan bertajuk “Pilah-Pilih Sampah” di sejumlah rest area selama periode Lebaran. Program ini bertujuan mengajak pemudik untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah sesuai kategori.
“Kami mengajak para pemudik untuk ikut menjaga kebersihan jalur mudik dengan cara sederhana, yakni memilah sampah sebelum dibuang,” ujar Ardam.

