Wina (Tutur.co.id)— Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyatakan bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi digelar akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan.
Dalam wawancara dengan media Italia, Grossi mengatakan negosiasi tersebut tidak hanya akan membahas isu nuklir, tetapi juga mencakup program rudal, kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran, serta jaminan keamanan bagi Teheran.
Pernyataan ini menjadi sinyal terbaru adanya upaya diplomasi di tengah konflik yang terus memanas. Pakistan disebut aktif menawarkan diri sebagai mediator, memanfaatkan hubungan yang relatif seimbang dengan Washington dan Teheran.
Namun, peluang dialog masih dibayangi ketidakpastian. Sejumlah laporan menyebut Iran tetap menyangkal adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat, meskipun jalur komunikasi tidak langsung melalui negara perantara terus berlangsung.
Di sisi lain, proposal damai yang diajukan Washington, termasuk pembatasan program nuklir dan rudal Iran, masih menjadi titik krusial yang belum menemukan titik temu.
Grossi menilai momentum ini penting, mengingat perang yang berlangsung justru dapat menjadi faktor pendorong kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan. Namun, ia juga menegaskan bahwa solusi yang diharapkan tetap harus bersifat diplomatik, bukan militer.
Dengan demikian, rencana pertemuan di Islamabad membuka peluang de-eskalasi, tetapi belum menjamin terobosan, terutama karena perbedaan posisi kedua pihak masih sangat tajam.

