Jakarta (tutur.co.id) — Aktor Inggris Paapa Essiedu mengungkap sisi gelap popularitas setelah dirinya diumumkan memerankan karakter ikonik Profesor Severus Snape dalam serial Harry Potter. Alih-alih hanya mendapat sorotan positif, Essiedu justru menghadapi gelombang pelecehan rasial hingga ancaman pembunuhan di media sosial.
Dalam wawancara yang dikutip Antara dari The Hollywood Reporter, Essiedu mengaku kerap menerima pesan mengerikan. “Jika saya membuka Instagram, saya bisa melihat seseorang berkata, ‘Saya akan datang ke rumahmu dan membunuhmu’,” ujarnya. Meski ia mencoba merasionalisasi ancaman tersebut, tekanan psikologis tetap terasa.
Peran sebagai Snape sendiri bukanlah karakter biasa. Tokoh tersebut sebelumnya begitu melekat dengan sosok Alan Rickman dalam delapan film layar lebar sejak Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. Warisan kuat ini membuat setiap interpretasi baru tak terelakkan dari perbandingan—bahkan penolakan.
Namun bagi Essiedu, tantangan ini justru menjadi bahan bakar. Ia menilai reaksi negatif yang sarat sentimen rasial tidak akan menghalangi komitmennya dalam membangun karakter Snape versi baru. “Itu membuat saya semakin ingin menjadikan karakter ini milik saya sendiri,” katanya.
Aktor yang juga dikenal lewat Black Mirror dan I May Destroy You itu mengaitkan perannya dengan pengalaman personal masa kecil. Ia mengingat bagaimana dulu dirinya membayangkan berada di dunia sihir Hogwarts, dan kini ingin menghadirkan representasi yang lebih luas bagi generasi baru penonton.
“Bayangkan seorang anak seperti saya bisa melihat dirinya ada di dunia itu—itu penting,” ujarnya, menegaskan bahwa representasi memiliki dampak nyata.
Meski demikian, Essiedu menilai masalah ini lebih besar dari sekadar komentar di media sosial. Ia menyebut pelecehan rasial sebagai persoalan sistemik yang masih mengakar. Bahkan jika ia memilih untuk tidak membaca komentar, realitas tersebut tetap ada dan dirasakan banyak orang.
Produksi serial Harry Potter sendiri telah dimulai sejak Juli lalu di studio Warner Bros. Leavesden, Inggris. Proyek ambisius ini dirancang untuk mengadaptasi setiap novel karya J.K. Rowling menjadi satu musim tersendiri, menjanjikan eksplorasi cerita yang lebih mendalam dibanding versi film.
Di tengah tekanan dan kontroversi, Essiedu tetap melangkah maju—membawa semangat baru untuk karakter legendaris yang kini berada di persimpangan antara warisan lama dan interpretasi modern.

