Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»IMF Soroti Dampak Perang Iran: Harga Komoditas Melonjak, Inflasi Naik, Pasar Keuangan Bergejolak

IMF Soroti Dampak Perang Iran: Harga Komoditas Melonjak, Inflasi Naik, Pasar Keuangan Bergejolak

Finance Gusti Tetiro22 Maret 2026 / 18:10 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  International Monetary Fund (IMF) mengungkap tiga fokus utama dampak konflik Timur Tengah, khususnya perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yakni lonjakan harga komoditas, tekanan inflasi, serta gejolak pasar keuangan global.

Direktur Departemen Komunikasi IMF, Julie Kozack, menyatakan bahwa konflik yang terjadi telah mengganggu kehidupan masyarakat sekaligus memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian dunia.

Salah satu dampak paling krusial berasal dari penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang memutus akses terhadap sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Kondisi ini diperparah oleh kerusakan infrastruktur energi di kawasan Teluk.

“Ini telah mengganggu produksi minyak dan gas. Ini dapat memengaruhi ekonomi global, ekonomi regional, dan ekonomi individu,” ujar Kozack.

 

Lonjakan Harga Komoditas Jadi Sorotan Utama

IMF mencatat harga minyak mentah mengalami kenaikan signifikan. Minyak Brent bahkan melonjak lebih dari 50% dalam sebulan dan menembus level US$100 per barel. Pada Jumat (20/3/2026), harga Brent tercatat mencapai sekitar US$112 per barel.

Gangguan distribusi tidak hanya terjadi pada energi, tetapi juga komoditas lain seperti pupuk. Hambatan logistik di Selat Hormuz meningkatkan risiko lonjakan harga pangan global.

Namun demikian, IMF menekankan bahwa dampak lonjakan harga komoditas sangat bergantung pada durasi dan intensitas konflik yang terjadi.

 

Tekanan Inflasi dan Risiko Kebijakan Moneter

Selain harga komoditas, IMF juga menyoroti potensi peningkatan inflasi global. Lonjakan harga energi berpotensi mendorong inflasi utama, yang kemudian memengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara.

Berdasarkan data historis, IMF memperkirakan setiap kenaikan harga minyak sebesar 10% dapat mendorong inflasi global hingga 40 basis poin (bps) serta menekan pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,1% hingga 0,2%.

Baca Juga  Iran Ancam Tutup Jalur Laut Strategis Jika Blokade AS Berlanjut

Dengan kata lain, konflik berkepanjangan tidak hanya mempermahal energi, tetapi juga berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

 

Pasar Keuangan Global Kian Volatil

Dampak ketiga yang disorot IMF adalah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global. Sejumlah indikator menunjukkan tekanan yang semakin nyata, mulai dari penurunan pasar saham, kenaikan imbal hasil obligasi, hingga penguatan dolar AS yang diiringi pelemahan mata uang negara berkembang.

Kondisi ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik geopolitik.

“Dampak keseluruhannya akan sangat bergantung pada durasi dan intensitas konflik,” jelas Kozack.

IMF menyatakan akan memberikan pembaruan lebih komprehensif terkait dampak konflik ini dalam laporan World Economic Outlook yang dijadwalkan rilis pada April mendatang.

harga minyak global IMF perang Iran inflasi dunia selat hormuz
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKasus Diam-diam Yaqut Tahanan Rumah, ICW: Periksa Pimpinan KPK
Next Article Diam-diam Berikan Tahanan Rumah ke Yaqut, Abraham Samad: KPK Langgar Aturan Sendiri

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Bocoran Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Megawati

Toto Pribadi20 Maret 2026 / 03:41 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.